Sumbawanews.com,- Wasit asal Somalia, Omar Artan, akan memimpin laga Piala Super Eropa 2026 antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Stadion Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8) dini hari WIB. Penunjukan ini menjadi momen balik yang penuh makna bagi Artan, yang sebelumnya gagal memimpin laga di Piala Dunia 2026 akibat penolakan visa dari Amerika Serikat karena kewarganegaraannya.
Kegagalan itu sempat menjadi luka mendalam bagi Artan, yang telah bertahun-tahun berjuang keras untuk mencapai puncak karier sebagai wasit internasional. Dari masa kecil yang penuh tantangan—ayahnya meninggal mendadak dan ia tumbuh tanpa kehadiran ibu—Artan bangkit melalui ketekunan dan disiplin, hingga akhirnya menembus jajaran wasit top dunia yang diakui UEFA.
Pertandingan di Salzburg bukan sekadar tugas resmi, tapi simbol kebangkitan: Artan akan menjadi wakil pertama dari Afrika Timur yang memimpin laga Piala Super Eropa, sekaligus membawa harapan bagi para wasit dari benua itu untuk diterima di panggung sepak bola Eropa. Ia menyambut kesempatan ini dengan rasa syukur dan tekad untuk memperkuat hubungan antara asosiasi wasit Eropa dan Afrika.
“Level sepak bola Eropa sangat luar biasa, dan kualitas permainannya tinggi. Saya yakin wasit-wasit CAF bisa banyak belajar dari UEFA, begitu juga sebaliknya. Ini hubungan yang saling menguntungkan,” ujar Artan. Ia juga mengungkapkan kebanggaan mendalam atas dukungan besar dari komunitas Somalia di Eropa, terutama di Austria, yang antusias menyaksikan dirinya memimpin laga sekelas ini.
Dengan langkah ini, Omar Artan bukan hanya menjadi simbol keberhasilan individu, tapi juga pelita harapan bagi generasi muda di Afrika yang bermimpi menggapai puncak dunia—meski berasal dari tempat yang tak pernah dianggap sebagai pusat sepak bola global.















