Sumbawanews.com,- Pakar perkapalan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Trika Pitana, menduga kebakaran KM Mutiara Sentosa II yang terjadi pada 2 Agustus 2026 di Perairan Madura bermula dari geladak kendaraan atau car deck, bukan ruang mesin. Kebakaran yang menewaskan lima orang dan mengakibatkan 238 penumpang dievakuasi itu diduga dipicu oleh kendaraan yang membawa muatan mudah terbakar. Trika menekankan bahwa sistem pemadam kebakaran di geladak harus berfungsi optimal, termasuk hydrant atau sprinkler otomatis, dan mempertanyakan kesiapan awak kapal dalam menangani darurat. Ia juga menyoroti buruknya manajemen kerumunan, kurangnya simulasi evakuasi, serta potensi kelalaian dalam pencatatan manifes dan penempatan muatan berbahaya.
Trika menambahkan, jika perawatan tahunan kapal rutin dilakukan, kemungkinan kebakaran berasal dari ruang mesin menjadi kecil. Namun, kegagalan sistem keselamatan, kelebihan muatan, dan ketidaksesuaian penempatan barang berisiko tinggi terhadap stabilitas kapal dan efektivitas evakuasi. Banyak penumpang yang terpaksa terjun ke laut akibat kepanikan, menunjukkan kegagalan dalam prosedur evakuasi dan komunikasi darurat. Ia menyarankan pemerintah menindak tegas kapal yang tidak bersertifikat, memperketat pengawasan muatan dan penumpang, serta meningkatkan edukasi keselamatan maritim dan sistem informasi cuaca di kapal.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan transportasi laut di Indonesia pada 2026, menyusul tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar.















