Home Berita Internasional Korea Selatan Gagal Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Pimpinan KFA...

Korea Selatan Gagal Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Pimpinan KFA Dicecar Parlemen

Sumbawanews.com,- Sidang parlemen Korea Selatan memanggil mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) Chung Mong-gyu dan mantan pelatih tim nasional Hong Myung-bo untuk menjawab dugaan maladministrasi, nepotisme, dan proses penunjukan tidak transparan yang diduga menyebabkan kegagalan timnas di Piala Dunia 2026. Korea Selatan hanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan di Grup A, sehingga tersingkir di fase penyisihan. Komite Olahraga Majelis Nasional, dipimpin Lee Jae-jung, menegaskan sidang ini bukan sekadar mengevaluasi performa di lapangan, tetapi mengusut tata kelola KFA yang dinilai tidak akuntabel. Chung, yang mengundurkan diri pada Juli 2026 setelah memimpin KFA selama 13 tahun, meminta maaf atas hasil buruk timnas dan mengaku telah berusaha semaksimal mungkin. Hong, yang meletakkan jabatan sehari setelah tim tersingkir, juga menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.

Para anggota parlemen mempertanyakan dugaan favoritisme terhadap lulusan Korea University dalam penunjukan pelatih. Chung membantah, menyatakan hanya satu dari 25 pelatih tim putra dan tidak ada satupun dari 20 pelatih tim putri yang berasal dari universitas tersebut, namun mengakui masyarakat memiliki persepsi negatif. Penunjukan Hong menjadi sorotan tajam setelah diketahui ia ditawari jabatan oleh Direktur Teknik KFA Lee Lim-saeng di sebuah toko roti, tanpa proses wawancara resmi. Hong menyatakan mengira semua prosedur telah terpenuhi dan tidak pernah meminta perlakuan istimewa. Lee Lim-saeng, yang kini bekerja di klub Kamboja, tidak hadir dalam sidang.

KFA juga mendapat tekanan untuk mencabut banding atas putusan pengadilan yang menangguhkan sanksi disiplin dari Kementerian Olahraga terhadap Chung dan sejumlah pejabat lainnya, berdasarkan temuan audit 2024. Wakil Presiden KFA sementara Lee Yong-soo menolak mencabut banding, menyatakan masih ada poin-poin dalam temuan kementerian yang perlu diperdebatkan. Sementara itu, Menteri Olahraga Chae Hwi-young mengumumkan kementeriannya sedang mempersiapkan audit khusus baru terhadap KFA. Dua saksi ahli dari Komite Inovasi K-Football, Park Ji-sung dan Ryu Seung-min, diundang; hanya Ryu yang hadir. Asisten pelatih Hong, Kim Jin-kyu, membantah isu perselisihan antara pelatih dan pemain selama turnamen, meski anggota parlemen Choi Min-hee menyoroti absennya Son Heung-min dan Lee Jae-sung sejak awal laga melawan Afrika Selatan yang berakhir 0-1. Kim mengaku sulit menjelaskan alasan kekalahan, sebuah jawaban yang dianggap parlemen sebagai simbol masalah struktural dalam manajemen sepak bola nasional.

Previous articlePilot Asing Ditangkap Selundupkan 25 Kg Ekstasi ke Jakarta
Next articleGaruda Siap Tancap Gas Lawan Timor Leste di Piala AFF 2026