Sumbawanews.com,- Amerika Serikat dan Australia memperdalam kerja sama militer udara dengan mengintegrasikan pesawat nirawak MQ-28 Ghost Bat ke dalam jaringan operasi tempur bersama, termasuk bersinergi dengan pesawat tempur generasi terbaru seperti F-15EX Eagle II dan F-35. Integrasi ini diumumkan oleh Komandan Pacific Air Forces, Jenderal Kevin Schneider, menyusul keberhasilan MQ-28 Ghost Bat berpartisipasi dalam latihan Valiant Shield 2026 di kawasan Pasifik. Latihan tersebut menjadi uji coba kunci untuk mengembangkan konsep Collaborative Combat Aircraft (CCA), program andalan Angkatan Udara AS untuk masa depan. Meski belum resmi menjadi bagian dari program CCA, MQ-28 Ghost Bat yang dikembangkan Boeing untuk Royal Australian Air Force telah digunakan AS dalam pengujian teknologi otonom, dengan kemampuan dikendalikan dari pesawat peringatan dini E-7A Wedgetail. Kedua negara kini membangun interoperabilitas tingkat tinggi, memungkinkan drone tempur Australia dan pesawat tempur AS beroperasi sebagai satu kesatuan dalam konflik berskala besar.















