Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi tingkat penolakan tertinggi dalam sejarah menjelang pemilu sela November 2026. Survei terbaru CNN/SSRS menunjukkan 51 persen warga AS sangat tidak menyetujui kinerjanya, sementara hanya 13 persen yang sangat menyetujui. Kepala analis data CNN Harry Enten menyebut angka ini mencerminkan intensitas kebencian yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seorang presiden menjelang pemilu sela. Tingkat persetujuan keseluruhan Trump turun ke 33 persen, dengan 67 persen menyatakan tidak setuju—angka terendah sepanjang dua periode kepresidenannya. Ketimpangan antara penolakan kuat dan dukungan kuat hampir mencapai empat kali lipat, melebihi rekor penolakan pada masa jabatan pertamanya pada 2018, ketika angka sangat tidak setuju berada di 45 persen. Pemilu sela mendatang akan mempertaruhkan seluruh kursi DPR dan sepertiga kursi Senat AS.















