Home Berita Olah Raga Piala Dunia 2026 Berakhir dengan Rekor Gol dan Sepatu Emas Mbappe

Piala Dunia 2026 Berakhir dengan Rekor Gol dan Sepatu Emas Mbappe

Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada 19 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey, setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 dalam babak perpanjangan waktu untuk merebut gelar juara. Turnamen yang diikuti 48 tim ini mencatatkan 308 gol dalam 104 pertandingan—angka tertinggi sejak 1970—sekaligus menjadi Piala Dunia paling produktif dalam sejarah. Kylian Mbappe keluar sebagai peraih Sepatu Emas dengan 10 gol, menjadi pemain keempat yang mencetak dua digit gol dalam satu edisi turnamen.

Rekor gol tak hanya lahir dari pertandingan berjalan, tetapi juga dari keberanian tim-tim dalam menyerang. Laga antara Inggris dan Prancis di perebutan peringkat tiga mencatat sejarah dengan skor 6-4, menjadi pertandingan dengan total 10 gol pertama dalam sejarah Piala Dunia. Efektivitas penyelesaian akhir juga mencapai puncaknya, dengan 294 gol dari permainan terbuka dan bola mati melebihi nilai expected goals (xG) sebesar 271,3.

Namun, di balik gemilangnya serangan, eksekusi penalti menjadi titik lemah. Dari 62 tendangan penalti—baik dalam pertandingan maupun adu penalti—hanya 41 yang berhasil, dengan tingkat keberhasilan 66,1 persen. Lionel Messi gagal dua kali dari titik putih, Mbappe sekali, sementara Kai Havertz, Achraf Hakimi, Justin Kluivert, dan Bruno Guimaraes juga mengalami kegagalan serupa. Harry Kane menjadi salah satu dari sedikit pemain yang sukses menuntaskan lebih dari satu penalti, termasuk satu yang harus diulang akibat pelanggaran lawan.

Di sisi lain, keberlanjutan performa para veteran menjadi sorotan. Messi, meski gagal membawa Argentina juara, tetap mencatatkan dua rekor pribadi sepanjang turnamen, sementara Lamine Yamal, bocah 17 tahun dari Spanyol, menjadi simbol generasi baru yang siap menggantikan legenda. Rodri dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, mengukir sejarah sebagai pemain tengah pertama yang meraih penghargaan itu sejak 2006.

Spanyol, dengan pelatih Luis de la Fuente, menjadi tim pertama yang memenangkan Piala Dunia tanpa memiliki pencetak gol terbanyak dalam tim, membuktikan keunggulan taktis dan soliditas kolektif. Gelar ini juga membawa mereka menjadi juara kedua dalam sejarah, setelah menjuarai edisi 2010.

Kemenangan Spanyol tak hanya memicu euforia di Madrid, tetapi juga duka: seorang bocah 13 tahun meninggal dunia dalam keramaian perayaan. Pemerintah Argentina, sementara itu, menetapkan libur nasional menyusul kerusuhan yang meletus di Buenos Aires usai kekalahan timnya. Di tengah semua itu, Piala Dunia 2026 tetap menjadi ajang yang menggabungkan kehebatan teknis, emosi manusia, dan sejarah yang tak terlupakan.

Previous articleApple dan Google Diminta Hapus Aplikasi Nudify yang Eksploitasi Wanita
Next articlePersib Bandung Kembali Rekrut Pemain yang Dikaitkan dengan Persija