Sumbawanews.com,- Pemerintah Kota San Francisco menuntut Apple dan Google menghapus puluhan aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan gambar intim tanpa izin, yang banyak dimanfaatkan untuk mengeksploitasi perempuan dan anak perempuan. Tuntutan ini dikeluarkan pada 20 Juli 2026, menyusul temuan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut melanggar kebijakan privasi dan hukum antikekerasan berbasis gender di Amerika Serikat. Jaksa Kota San Francisco, David Chiu, menegaskan bahwa kedua perusahaan teknologi itu memperoleh keuntungan dari konten yang menghasilkan deepfake intim tanpa persetujuan korban. Apple menyatakan telah menghapus tiga aplikasi terkait dan sedang meninjau empat lainnya yang berisiko dilenyapkan, sementara Google mengklaim telah menangguhkan lima aplikasi yang terbukti melanggar dan menyelidiki ratusan aplikasi sejenis di Play Store.















