Sumbawanews.com,- Italia tengah menghadapi gelombang panas ketiga terparah sepanjang tahun 2026, dengan suhu mencapai 45 derajat Celsius di Sardinia dan krisis air bersih meluas di wilayah utara. Otoritas setempat memperluas status siaga merah ke empat kota pada Selasa, dengan tujuh kota lain diprediksi menyusul pada Rabu. Suhu ekstrem juga memicu peningkatan titik beku hingga di atas 5.000 meter, fenomena yang disebut pakar meteorologi sebagai “luar biasa.”
Kota Florence, yang telah berada di siaga merah sejak 8 Juli, memperkirakan suhu tetap di kisaran 37–39 derajat Celsius, dengan panas menyengat terasa sejak dini hari. Perugia, Brescia, dan Turin juga masuk kategori risiko tertinggi, sementara Bologna, Frosinone, dan Roma diprediksi menyusul pada Rabu. Di wilayah utara, Piedmont mengalami krisis air akibat kekeringan berkepanjangan, dengan 100 munisipalitas memberlakukan pembatasan penggunaan air minum dan sejumlah desa pegunungan bergantung pada truk tangki.
Kondisi ini memicu protes dari kurir pengantar makanan di Florence, yang berencana mogok kerja karena “kondisi kerja yang mustahil.” Beberapa daerah mulai memberlakukan larangan bekerja di luar ruangan selama jam-jam terpanas. Di Sardinia, suhu diperkirakan mencapai puncaknya pada 45 derajat Celsius pada Jumat mendatang, memperdalam kekhawatiran terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air.















