Sumbawanews.com,- Timnas Inggris harus menelan kekalahan telak di babak pertama usai dikalahkan RD Kongo 0-1 dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Rabu (1/7). Kejutan datang justru dari tim yang dianggap sebagai underdog—RD Kongo—yang mencetak gol cepat di menit ketujuh lewat aksi Brian Cipenga.
Meski menguasai bola sejak kickoff, Inggris gagal memanfaatkan dominasi awal. Serangan pertama Declan Rice gagal karena bola keluar garis, memberi kesempatan bagi RD Kongo untuk mengatur ritme pertahanan. Tim asal Afrika Tengah itu justru tampil percaya diri, memanfaatkan ruang kosong di sisi sayap dan serangan balik cepat.
Petaka menyapa Inggris di menit ketujuh. Dari serangan sisi kanan, Chancel Mbemba melepas umpan silang yang mengarah ke sisi kiri kotak penalti. Djed Spence, bek kanan Inggris, terlalu fokus pada pergerakan pemain lawan di area tengah, meninggalkan Cipenga sendirian. Tanpa tekanan, Cipenga menerima bola dengan kaki kanan dan melepaskan tembakan akurat ke pojok kanan bawah gawang Jordan Pickford. Bola tak bisa dijangkau kiper asal Inggris itu, dan RD Kongo unggul 1-0.
Setelah gol itu, Inggris terus mendesak, tetapi serangan mereka terhambat oleh disiplin defensif RD Kongo. Umpan silang dari Bellingham, Rashford, hingga Spence gagal membuahkan hasil karena pertahanan lawan selalu berada di posisi tepat. Pemain Inggris pun semakin frustrasi, sejumlah pelanggaran dilakukan untuk menghentikan aliran permainan RD Kongo.
Peluang menyamakan kedudukan hampir datang di menit ke-28 saat tendangan bebas Declan Rice memantul dari Ezri Konsa dan meluncur tipis di sisi kiri gawang RD Kongo. Kiper Lionel Mpasi, yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama, kembali menyelamatkan timnya dengan menyapu sundulan Jude Bellingham di menit ke-30.
Marcus Rashford nyaris mencetak gol penyama di menit ke-35, namun blok garis gawang oleh Aaron Wan-Bissaka menggagalkan upaya tembakan jarak dekatnya. Di menit ke-44, Harry Kane jatuh di dalam kotak penalti setelah dijegal Mpasi, tapi wasit Adham Makhadmeh memutuskan tidak ada pelanggaran—tidak ada penalti diberikan.
Babak pertama ditutup dengan tekanan berkelanjutan dari Inggris. Sundulan Bellingham di menit ke-45+2 dan tendangan voli Kane dari sepak pojok di menit ke-45+7 berhasil dihalau Mpasi—keduanya menjadi penyelamatan krusial yang membuat RD Kongo tetap unggul.
Hingga peluit panjang babak pertama berbunyi, Inggris masih tertinggal 0-1. Dominasi bola tak berbuah gol, sementara RD Kongo membuktikan bahwa kecepatan, ketenangan, dan ketajaman di momen krusial bisa mengalahkan kekuatan besar.















