Sumbawanews.com,- 30 Juni 2026 | 13.08 WIB
Head of Instagram Adam Mosseri mengungkap rencana besar platform itu: memberikan pengguna kendali penuh atas algoritma yang menentukan konten apa yang muncul di feed dan Reels. Pembaruan ini sedang diuji coba dan bakal memungkinkan pengguna memilih jenis algoritma yang paling sesuai dengan preferensi pribadi mereka—bukan sekadar menyesuaikan otomatis berdasarkan perilaku lalu, tapi benar-benar mengikuti keinginan aktif pengguna.
Dalam unggahan resmi di akun pribadinya, Mosseri menekankan bahwa tujuan utama perubahan ini adalah menciptakan pengalaman yang lebih “sentral” di Instagram. “Kami ingin mengembangkan algoritma yang bukan sekadar teknis, tapi benar-benar terasa sebagai bagian dari pengalaman pengguna,” katanya, seperti dikutip dari laporan TechCrunch pada Selasa, 30 Juni 2026.
Detail teknis yang terlihat dalam slide presentasi menunjukkan bahwa pengguna nantinya akan melihat opsi pemilihan algoritma secara eksplisit di antarmuka feed—misalnya, memilih untuk hanya melihat konten dari akun yang diikuti, atau membiarkan sistem merekomendasikan konten berdasarkan minat tertentu. Fitur serupa juga akan diterapkan pada Reels, sehingga pengguna tak lagi dipaksa menyaksikan konten asing yang tak relevan hanya karena algoritma menganggapnya “viral”.
Langkah ini dianggap sebagai respons langsung terhadap keluhan jutaan pengguna yang merasa feed mereka kian dipenuhi konten dari akun tak dikenal, mengaburkan koneksi personal dengan keluarga, teman, dan kreator favorit. Seiring pertumbuhan pengguna Instagram yang terus meroket, semakin banyak pengguna yang merasa kehilangan nuansa intim media sosial yang dulu menjadi daya tarik utama platform ini.
Pengujian fitur ini dimulai secara terbatas, dan jika berhasil, kemungkinan besar akan diluncurkan secara global dalam beberapa bulan mendatang. Ini juga sejalan dengan tren industri yang semakin mengutamakan transparansi dan otoritas pengguna, terutama setelah tekanan regulasi dan kritik publik terhadap algoritma yang dianggap manipulatif.
Dengan perubahan ini, Instagram berusaha membalikkan narasi bahwa platformnya hanya mengutamakan engagement berbasis klik, dan kembali ke akar aslinya: menghubungkan orang-orang dengan cara yang bermakna.















