Home Berita Olah Raga Belanda Catat Rekor Paling Sial di Adu Penalti Piala Dunia

Belanda Catat Rekor Paling Sial di Adu Penalti Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Timnas Belanda resmi menjadi tim paling sial dalam sejarah adu penalti Piala Dunia setelah kalah 2-3 dari Maroko dalam laga 32 besar di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6/2026). Kekalahan ini menandai keempat kalinya Belanda gagal di adu penalti di ajang dunia, menyamai rekor buruk Spanyol.

Sebelumnya, Belanda pernah tersingkir lewat adu penalti di Piala Dunia 1998 melawan Brasil, 2014 dan 2022 keduanya dari Argentina. Kali ini, tiga penendang Belanda — Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville — gagal mengubah tendangan penalti menjadi gol, sementara penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou, tampil gemilang menyelamatkan dua tembakan.

Meski unggul 1-0 hingga menit ke-90 berkat gol dari pemain sayap mereka, Belanda harus menelan pil pahit ketika Maroko menyamakan kedudukan lewat sundulan Issa Diop di injury time. Pertandingan pun berlanjut ke adu penalti, dan nasib buruk kembali menghampiri tim Oranye.

Dengan kekalahan ini, Belanda menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang tersingkir tiga kali — di 2014, 2022, dan 2026 — tanpa pernah kalah dalam 90 menit atau babak tambahan. Mereka selalu tersingkir karena kegagalan di titik penalti.

Spanyol, yang juga mengalami empat kekalahan di adu penalti (1986, 2002, 2018, 2022), kini berbagi rekor paling sial dengan Belanda. Di bawah mereka, Prancis, Italia, dan Inggris masing-masing tiga kali gagal di adu penalti.

“Rencana permainan berjalan baik. Tapi di injury time, kami terdesak. Lalu adu penalti datang, dan sayangnya, kami tersingkir,” ujar kapten Belanda, Virgil van Dijk, dengan nada kecewa.

Kekalahan ini menutup perjalanan tim Oranye di Piala Dunia 2026 dengan catatan pahit: dominasi teknis, kegigihan bertahan, dan akhirnya, kegagalan di titik putih.

Previous articleInstagram Akan Beri Pengguna Kendali Penuh atas Algoritma Feed
Next articleBelanda Gagal Lawan Maroko, Bunuh Diri Verbruggen dan Tepisan Bounou Jadi Penentu