Home Berita Olah Raga Cristiano Ronaldo Nyaris Pindah ke AC Milan pada 2018, Bukan Juventus

Cristiano Ronaldo Nyaris Pindah ke AC Milan pada 2018, Bukan Juventus

Sumbawanews.com,- Mantan Direktur Olahraga AC Milan, Massimiliano Mirabelli, mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo hampir memilih Rossoneri sebagai tujuan berikutnya setelah meninggalkan Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2018—bukan Juventus, seperti yang selama ini diyakini publik.

Menurut Mirabelli, pada masa-masa krusial setelah Piala Dunia 2018, ketika Ronaldo memutuskan hengkang dari Santiago Bernabéu, pihak AC Milan aktif menggencarkan negosiasi. “Kami mengajukan proposal yang sangat serius. Saya, Marco Fassone, dan Gennaro Gattuso langsung bertemu dengan Ronaldo. Ia mendengarkan dengan serius, bahkan berkata, ‘Saya akan datang ke Milan. Saya belum pernah main di Liga Europa, dan saya ingin menang di sana,’” ujar Mirabelli dalam wawancara dengan Football Italia, Sabtu (27/6/2026).

Pernyataan itu mengejutkan mengingat Ronaldo akhirnya bergabung ke Juventus dengan transfer senilai 100 juta euro (sekitar Rp2,03 triliun), sebuah langkah yang mengguncang dunia sepak bola. Pemain asal Portugal itu baru saja mengantarkan Real Madrid meraih gelar Liga Champions ketiga berturut-turut, menjadikannya salah satu pemain paling dicari di dunia.

AC Milan sendiri saat itu berada dalam fase rekonstruksi setelah finis di posisi ke-5 Serie A musim 2017/2018. Klub yang dipimpin oleh presiden Silvio Berlusconi pada masa itu berambisi membangun kembali kejayaan dengan merekrut bintang-bintang kelas dunia, dan Ronaldo dianggap sebagai kunci utama transformasi tersebut.

Namun, keinginan Ronaldo untuk bermain di Liga Europa—yang sebenarnya tidak sesuai dengan ambisi besar Rossoneri untuk kembali bersaing di puncak Liga Champions—ternyata menjadi salah satu faktor yang menghambat kesepakatan. Sementara itu, Juventus menawarkan kontrak jangka panjang, gaji fantastis, dan peran sentral dalam proyek membangun kembali kejayaan Bianconeri, yang akhirnya menarik minat sang megabintang.

Mirabelli mengaku keputusan itu bukan karena kurangnya minat Ronaldo, melainkan karena perbedaan visi jangka pendek. “Ia ingin tantangan baru, tapi kami butuh sesuatu yang lebih besar dari sekadar Liga Europa. Juventus menawarkan lebih dari itu,” katanya.

Kisah ini mengungkap salah satu momen paling “nyaris terjadi” dalam sejarah transfer sepak bola modern. Jika saja negosiasi berjalan sedikit lebih cepat, atau jika visi klub dan pemain lebih selaras, mungkin sejarah sepak bola Eropa—dan bahkan karier Ronaldo—akan berjalan sangat berbeda.

Saat ini, Ronaldo bermain di Al Nassr di Arab Saudi, sementara AC Milan kembali bersaing di papan atas Serie A, mengejar gelar pertama mereka sejak 2011. Namun, bagi para penggemar Rossoneri, bayangan Ronaldo yang memakai seragam merah-hitam tetap menjadi mimpi yang belum terwujud.

Previous articleAC Milan Siap Pecahkan Rekor Transfer, Buru Striker PSG Gonçalo Ramos
Next articlePutri Pelatih Norwegia Jadi Sensasi di Piala Dunia 2026