Sumbawanews.com,- Foxborough – Ousmane Dembele mencatatkan sejarah dalam sekejap. Dalam laga Grup I Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Prancis di Boston Stadium, Sabtu (26/6/2026), winger timnas Prancis itu mencetak hat-trick dalam waktu kurang dari 25 menit, membawa Les Bleus unggul 3-1 di babak pertama dan memperkuat dominasi mereka di lapangan.
Pertandingan baru berjalan 59 detik ketika Kylian Mbappe nyaris membuka skor, tembakannya membentur mistar gawang Norwegia. Tapi tak lama berselang, pada menit ke-7, Dembele membayar kegagalan itu dengan gol spektakuler. Menerima umpan terobosan Mbappe, ia membelokkan pertahanan bek lawan, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur deras ke pojok kanan gawang Egil Selvik.
Norwegia sempat berpeluang membalas pada menit ke-14 lewat Jørgen Strand Larsen, namun tendangannya melebar tipis. Tapi Prancis tak memberi waktu lawan untuk bangkit. Menit ke-20, Dembele kembali beraksi. Kali ini ia memanfaatkan umpan terobosan dari Aurelien Tchouameni, bergerak memotong dari sisi kanan, lalu melepaskan tembakan keras yang menghujam pojok kiri gawang.
Tak butuh waktu lama bagi Norwegia untuk merespons. Menit ke-24, Théo Aasgaard sukses memanfaatkan umpan silang Andreas Schjelderup, menaklukkan kiper Prancis Mike Maignan dengan tendangan akurat ke pojok kiri. Skor 2-1, dan suasana di stadion berubah menjadi tegang.
Namun, keunggulan Prancis tak terbendung. Menit ke-32, Dembele menyelesaikan pekerjaannya. Dari umpan panjang Tchouameni, ia berlari bebas ke dalam kotak penalti, menghindari dua bek, lalu mengecoh Selvik dengan tendangan halus yang menggelinding perlahan ke gawang. Hat-trick lengkap. Tiga gol dalam 25 menit. Tiga gol yang membuatnya menjadi pencetak hat-trick pertama Prancis di Piala Dunia sejak Zinedine Zidane pada 1998.
Babak pertama berakhir 3-1, dengan Prancis menguasai 68% penguasaan bola dan mencatatkan 11 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Norwegia, meski tampil berani, hanya mampu menciptakan dua peluang jelas.
Susunan pemain Prancis tetap solid: Mike Maignan di bawah mistar, lini belakang yang dijaga Dayot Upamecano dan Jules Kounde, serta duo gelandang Tchouameni dan Manu Koné yang menjadi jembatan antara pertahanan dan serangan. Di depan, Dembele, Mbappe, dan Olise membentuk trisula mematikan yang sulit dihentikan.
Sementara itu, Norwegia yang mengandalkan kecepatan Aasgaard dan kreativitas Schjelderup, tampak kehilangan keseimbangan setelah kebobolan gol ketiga. Erling Haaland, yang menjadi andalan utama, nyaris tak berkutik sepanjang babak pertama, terlalu sering dibiarkan sendirian di depan.
Dengan kemenangan ini, Prancis memperkuat posisinya di puncak Grup I, sementara Norwegia masih bertahan di posisi kedua. Tapi pertanyaan besar kini menggantung: bisakah Dembele mempertahankan performa luar biasa ini di babak kedua? Atau justru menjadi bintang yang terbakar terlalu cepat?
Laga akan berlanjut setelah jeda, dan dunia sepak bola menanti apakah hat-trick ini akan menjadi awal dari sebuah legenda, atau hanya sekadar kilatan cemerlang di tengah malam.















