Home Berita Olah Raga AC Milan Siap Pecahkan Rekor Transfer, Buru Striker PSG Gonçalo Ramos

AC Milan Siap Pecahkan Rekor Transfer, Buru Striker PSG Gonçalo Ramos

Sumbawanews.com,- Milan membidik Gonçalo Ramos dari Paris Saint-Germain dengan tawaran senilai 75 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun), yang jika terealisasi akan menjadi transfer termahal dalam sejarah klub. Rossoneri, di bawah arahan pelatih baru Ruben Amorim, menjadikan pemain asal Portugal itu sebagai prioritas utama untuk memperkuat lini serang yang sempat tumpul musim lalu.

Dikutip dari The Athletic, kesepakatan ini didukung oleh hubungan dekat antara pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, dan presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi. Ramos, yang sejak bergabung dari Benfica pada 2023 belum mendapat kesempatan bermain reguler di tim utama PSG, justru tertarik bergabung karena kesamaan latar belakang kepelatihan dengan Amorim—keduanya berasal dari Portugal dan memiliki filosofi permainan yang sejalan.

Ramos, yang kini sedang berlaga di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Portugal—meski baru tampil sekali sebagai pemain pengganti melawan Republik Demokratik Kongo—dijadwalkan menjalani tes medis di Florida, Amerika Serikat, dalam waktu dekat. Jika proses ini berjalan lancar, ia akan menggeser rekor transfer sebelumnya milik Rafael Leao, yang dibeli dari Lille dengan harga 35 juta euro pada 2019.

Pencapaian ini juga berpotensi menjadikan Ramos sebagai pemain termahal di Serie A sejak Romelu Lukaku diboyong Inter Milan dari Chelsea pada 2019 dengan nilai serupa. Meski hanya mencatatkan 45 gol dan 10 assist dari 131 penampilan di PSG, potensi finising dan kecepatan Ramos dianggap solusi tepat untuk menghidupkan serangan Milan yang kerap kehilangan ketajaman.

Kehadiran Ramos bukan sekadar pembelian strategis, tapi juga simbol ambisi baru AC Milan di bawah kepemimpinan Amorim—yang sejak awal telah dipantau intensif oleh manajemen klub selama bertahun-tahun. Dengan target kembali bersaing di puncak Serie A dan menembus Liga Champions, Rossoneri kini tak lagi sekadar membangun tim, tapi membangun kekuatan yang mampu mengubah peta kekuatan sepak bola Eropa.

Previous articleTimnas Indonesia Waspadai Senjata Baru Vietnam Jelang Piala AFF 2026
Next articleCristiano Ronaldo Nyaris Pindah ke AC Milan pada 2018, Bukan Juventus