Home Berita Olah Raga Spanyol Tak Bisa Hanya Andalkan Yamal, Kata Azpilicueta

Spanyol Tak Bisa Hanya Andalkan Yamal, Kata Azpilicueta

Sumbawanews.com,- Meski Lamine Yamal menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol pembuka sekaligus menghidupkan serangan Spanyol dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi, mantan kapten tim nasional Spanyol, César Azpilicueta, menegaskan bahwa kesuksesan *La Furia Roja* tidak akan bergantung pada seorang pemuda berusia 18 tahun.

“Orang-orang melihat Yamal sebagai kunci juara, tapi Anda tidak bisa memenangkan Piala Dunia sendirian—terutama di turnamen sepanjang ini, dengan laga yang padat, cuaca ekstrem, dan tekanan yang tak kenal kompromi,” ujar Azpilicueta dalam kolomnya di BBC.

Pemain yang kini telah pensiun dari lapangan hijau itu mengingatkan publik akan keberhasilan Spanyol di Euro 2024, di mana kekuatan tim bukan berasal dari satu bintang, melainkan dari kolektivitas yang sempurna. Dalam tujuh pertandingan, pelatih Luis de la Fuente memainkan semua 23 pemain outfield—termasuk Mikel Oyarzabal, yang hanya start sekali sepanjang turnamen, yakni di laga terakhir grup melawan Albania.

Namun, ketika dibutuhkan di final melawan Inggris, Oyarzabal masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol penentu kemenangan 2-1. Gol itu menjadi satu-satunya golnya di Euro 2024—tapi cukup untuk mengubah sejarah.

“Dia tidak selalu jadi starter, tapi selalu siap. Itulah kunci tim yang benar-benar kuat,” kata Azpilicueta.

Di Piala Dunia 2026, Spanyol kini berada di puncak Grup H dengan empat poin dari dua laga (satu menang, satu seri), menghadapi Uruguay dalam laga krusial di Jakarta. Yamal tetap menjadi ancaman di sayap kanan, tapi Azpilicueta menekankan bahwa keberhasilan tim ini tergantung pada kesiapan setiap pemain—baik yang bermain sejak menit pertama maupun yang menunggu di bangku cadangan.

“Di turnamen besar, momen besar datang tanpa permisi. Yang penting bukan siapa yang main, tapi siapa yang siap saat momen itu tiba.”

Dengan Oyarzabal yang terus mencetak gol, Pedri yang mengatur ritme, dan Rodri yang menjadi benteng di tengah, Spanyol bukanlah tim yang hanya berjalan di atas sayap Yamal. Mereka adalah tim yang berjalan bersama—dengan satu tujuan: mempertahankan gelar.

Previous articlePutri Pelatih Norwegia Jadi Sensasi di Piala Dunia 2026
Next articleRobi Darwis Pergi dari Persib, Masa Depan Masih Misteri