Sumbawanews.com,- Vancouver — Sebuah insiden yang mengguncang dunia sepak bola kembali mencuat di Piala Dunia 2026. Assim Madibo, gelandang timnas Qatar, menerima sanksi diskors lima pertandingan dari FIFA setelah melakukan tekel berbahaya yang mematahkan kaki pemain Kanada, Ismael Kone, dalam laga Grup B di Vancouver pekan lalu.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-67 saat Qatar kalah telak 0-6 dari Kanada. Madibo melakukan tekel dari belakang dengan kaki terangkat tinggi, menghantam tulang tibia Kone dengan kekuatan ekstrem. Pemain Kanada itu langsung terjatuh dalam kesakitan, dan tim medis harus membawanya keluar lapangan dengan tandu. Hasil pemeriksaan medis kemudian mengonfirmasi patah tulang tibia, yang memaksa Kone menjalani operasi dan mengakhiri partisipasinya di turnamen.
Kartu merah langsung diberikan kepada Madibo, namun otoritas sepak bola global tidak menganggap sanksi itu cukup. Komite Disiplin FIFA menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius yang membahayakan nyawa lawan, dan memutuskan untuk memberikan hukuman tambahan: diskors lima pertandingan resmi FIFA, termasuk pertandingan kualifikasi dan turnamen berikutnya.
Madibo telah menjalani satu laga hukuman saat Qatar kalah 1-2 dari Bosnia-Herzegovina di laga terakhir Grup B. Artinya, ia akan absen di empat pertandingan berikutnya. Timnas Qatar berhak mengajukan banding, namun hingga kini belum ada tanda-tanda mereka akan melakukannya.
Di sisi lain, Ismael Kone, meski masih dalam masa pemulihan, telah hadir di stadion untuk menyaksikan laga Kanada melawan Swiss. Dalam wawancara singkat sebelum pertandingan, Kone menyatakan bahwa ia telah memaafkan Madibo, mengatakan, “Ini bagian dari permainan. Yang penting, saya masih punya kaki, dan saya masih punya iman.”
Madibo, yang sebelumnya pernah menjadi sorotan karena tekel kontroversial terhadap Neymar di ajang internasional lain, mengeluarkan pernyataan permintaan maaf melalui akun media sosial resminya. “Saya menyesal mendalam atas apa yang terjadi. Saya tidak berniat menyakiti siapa pun. Saya mendoakan kesembuhan penuh untuk Ismael, dan saya siap menerima konsekuensi apa pun,” tulisnya.
Kanada, meski menerima permintaan maaf itu, mengkritik sikap tenang dari bench Qatar yang tidak menunjukkan kepedulian saat insiden terjadi. Pelatih Kanada, John Herdman, menyatakan: “Kami menerima maafnya. Tapi kami tidak bisa menerima keheningan dari tim lawan yang seolah tak peduli.”
Insiden ini kembali memicu perdebatan global tentang kekerasan dalam sepak bola dan perlunya standar disiplin yang lebih konsisten. FIFA sendiri menyatakan akan meninjau ulang pedoman penilaian pelanggaran berbahaya, terutama yang melibatkan kontak dengan kaki lawan dari belakang.
Kone, yang kini dalam tahap rehabilitasi, diperkirakan bisa kembali berlatih dalam tiga bulan, meski pemulihan penuh bisa memakan waktu hingga sembilan bulan. Sementara itu, Madibo harus menunggu hingga laga berikutnya di kompetisi FIFA untuk kembali mengenakan jersey timnasnya — dengan harapan, kali ini dengan lebih bertanggung jawab.















