Sumbawanews.com,- Timnas Korea Selatan berada di ambang kegagalan mempertahankan mimpi melangkah ke babak knockout Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan di Stadion Monterrey, Kamis (25/6) pagi WIB. Gol tunggal Thapelo Maseko pada menit ke-63 menjadi pukulan telak bagi The Taegeuk Warriors, yang kini hanya mengantongi satu poin dari tiga laga di Grup A.
Kekalahan ini memperdalam krisis Korea, yang sebelumnya juga tumbang 0-1 dari tuan rumah Meksiko. Dengan hasil itu, mereka terpuruk di peringkat keempat klasemen tim peringkat tiga terbaik, bersamaan dengan Aljazair, Paraguay, Kroasia, Swedia, dan Skotlandia yang sama-sama mengumpulkan tiga poin. Namun, selisih gol dan jumlah gol yang dicetak menjadi penentu utama, dan Korea kini berada di posisi paling rentan.
Di atas mereka, Bosnia dan Herzegovina memimpin dengan empat poin, sementara Swedia dan Kroasia bersaing ketat di posisi dua dan tiga. Tapi ancaman terbesar justru datang dari Senegal—tim yang belum meraih poin sama sekali, namun masih memiliki laga tersisa melawan Irak. Jika Senegal menang besar dan unggul dalam selisih gol, mereka bisa menggeser Korea dari posisi empat.
Tak kalah mengkhawatirkan, tim-tim seperti Cape Verde, Belgia, dan RD Kongo juga masih punya peluang untuk menyusul, tergantung hasil laga terakhir di grup masing-masing. Korea kini harus menunggu hasil pertandingan lain sambil berharap tak ada tim yang mengungguli mereka dalam kriteria fair play dan produktivitas serangan.
Sementara itu, Afrika Selatan merayakan sejarah: lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak 2010, setelah menang dramatis atas Korea dan mengunci runner-up Grup A di belakang Meksiko. Di sisi lain, Korea yang dulu dikenal sebagai kekuatan konsisten di Asia kini berada di titik nadir—menghadapi kemungkinan besar tersingkir tanpa sempat bermain di fase gugur.
Dengan delapan slot tersedia untuk tim peringkat tiga terbaik, dan 12 tim bersaing ketat, nasib Korea Selatan kini berada di tangan tim-tim lain. Para pemain dan pelatih harus menunggu dengan tegang—bukan hanya karena hasil pertandingan, tapi karena ketidakpastian yang menggantung di udara.















