Sumbawanews.com,- Polisi mengungkap siasat licik mantan atlet bulutangkis Taufik Hidayat dalam menyembunyikan aksi penyiksaan terhadap seorang karyawan di kos-kosan miliknya di Jakarta Selatan. Berdasarkan penyelidikan, Taufik—yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra—menggunakan ruang bawah tanah yang tersembunyi dan dilengkapi kunci ganda sebagai tempat penyiksaan, sementara korban dipaksa berpura-pura sebagai tamu biasa di lantai atas.
Korban, seorang pria berusia 22 tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, mengaku mengalami kekerasan fisik dan psikologis selama lebih dari tiga minggu. Ia dipaksa bekerja tanpa upah, diberi makan seadanya, dan kerap dipukul dengan tongkat badminton hingga mengalami memar di sekujur tubuh. Saat petugas kepolisian melakukan razia menyusul laporan dari tetangga, Taufik berpura-pura tidak tahu-menahu dan menunjukkan ruang tamu yang bersih dan rapi sebagai bukti bahwa tidak ada masalah.
Namun, setelah pemeriksaan mendalam, petugas menemukan jejak darah dan alat penyiksaan di ruang bawah tanah yang tersembunyi di balik dinding tirai dan pintu rahasia. Kamera pengawas di area luar kos juga menunjukkan Taufik secara rutin membawa korban ke ruang tersebut pada malam hari, sambil berpesan agar korban tidak berbicara kepada siapa pun.
Taufik Hidayat, yang pernah menjadi ikon olahraga nasional dan peraih medali emas Olimpiade Athena 2004, kini menjadi tersangka dalam kasus kekerasan terhadap tenaga kerja. Ia ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan dan menghadapi dakwaan Pasal 76E Jo Pasal 76C UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak—meskipun korban telah berusia 22 tahun, jaksa menyatakan bahwa korban termasuk dalam kategori rentan akibat kondisi ekonomi dan psikologis yang lemah.
Kasus ini memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan, termasuk organisasi hak asasi manusia dan federasi olahraga. Banyak yang mempertanyakan bagaimana seorang tokoh publik yang selama ini dihormati bisa terlibat dalam tindakan kejam yang bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas dan kemanusiaan yang selama ini dijunjungnya.
Taufik belum memberikan pernyataan resmi kepada media, namun kuasa hukumnya menyatakan bahwa kliennya “akan mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum.” Sementara itu, korban kini dalam perawatan medis dan psikologis di sebuah rumah sakit swasta, dengan dukungan dari lembaga perlindungan pekerja migran.















