Sumbawanews.com,- Valve akhirnya membuka suara tentang harga Steam Machine yang ternyata jauh di atas PS5 Pro—bahkan varian termurahnya lebih mahal 50 persen. Perangkat gaming berbasis SteamOS ini dilepas dengan harga mulai USD 1.049 (sekitar Rp 18,7 juta) untuk versi 512GB tanpa controller, sementara paket lengkap dengan storage 2TB dan Steam Controller menyentuh USD 1.428 (Rp 25,5 juta). Bandingkan dengan PS5 Pro yang dijual USD 699,99, angka ini terasa seperti lompatan besar.
Bukan sembarang kenaikan harga. Valve secara terbuka mengakui bahwa target harga awal yang mereka rencanakan sejak 2023 telah runtuh akibat gejolak pasar komponen. Lonjakan permintaan RAM dan penyimpanan untuk kebutuhan infrastruktur AI membuat harga komponen PC melonjak tajam—sebaliknya dari asumsi lama bahwa harga komponen akan terus menurun seiring waktu. “Selama setahun terakhir, perubahan ini terjadi cepat dan signifikan,” tulis perusahaan dalam pernyataan resminya. Bahkan, dalam beberapa periode, Valve mengaku tak bisa mendapatkan komponen tertentu, sekalipun menawarkan harga berapa pun.
Krisis pasokan ini berdampak langsung pada produksi. Antrean pemesanan Steam Controller saja sudah memanjang hingga 2027, dan Steam Machine—yang lebih kompleks—kemungkinan besar akan mengalami keterlambatan lebih panjang. Valve kini terjebak dalam dilema: menurunkan harga berarti merugi, mempertahankannya berarti menghadapi kekecewaan konsumen yang sudah menunggu bertahun-tahun.
Steam Machine memang bukan konsol biasa. Ia adalah jembatan antara kebebasan PC dan kenyamanan konsol: menjalankan SteamOS berbasis Linux, mengakses seluruh pustaka game Steam dari sofa, dan menawarkan pengalaman bermain yang lebih terbuka. Tapi di harga lebih dari USD 1.000, nilai tawarnya menjadi pertanyaan besar. PS5 Pro menawarkan ekosistem eksklusif yang matang, pengalaman plug-and-play, dan harga yang jauh lebih rasional. Steam Machine menawarkan kebebasan—tapi dengan harga yang membuat banyak gamer harus berpikir ulang: apakah kebebasan itu sepadan?
Saat ini, Steam Machine belum tersedia secara resmi di Indonesia. Satu-satunya cara mendapatkannya adalah melalui distributor resmi Valve seperti Komodo di Australia, Jepang, Hong Kong, atau Taiwan. Belum ada indikasi Valve akan memperluas distribusi ke pasar Asia Tenggara dalam waktu dekat. Untuk sebagian besar gamer, Steam Machine bukan sekadar produk baru—ia adalah simbol ambisi yang mahal, dan mungkin terlalu mahal untuk diwujudkan.















