Home Berita Internasional Israel Tantang AS: Iran Tak Akan Berhenti Nuklir

Israel Tantang AS: Iran Tak Akan Berhenti Nuklir

Sumbawanews.com,- Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengecam keras kepercayaan Amerika Serikat terhadap janji Iran untuk menghentikan program nuklirnya, menyebut sikap Washington sebagai “naif” dan berpotensi membahayakan keamanan regional. Dalam wawancara eksklusif dengan Channel 7 Israel, Ben Gvir tegas menyatakan bahwa Teheran tidak akan pernah melepaskan ambisinya menguasai senjata nuklir—terlebih lagi, ia menegaskan bahwa Israel tidak akan menunggu izin atau tekanan dari sekutu sekalipun, termasuk AS, untuk bertindak melindungi eksistensinya.

“AS sangat naif jika percaya Iran akan meninggalkan program nuklirnya atau membatalkan impian mereka untuk menghancurkan Israel,” ujar Ben Gvir. Ia menekankan bahwa keputusan militer Israel didasarkan semata pada kepentingan nasional, bukan pada perintah atau kesepakatan diplomatik yang dibuat di luar meja perundingan Israel. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang memuncak setelah AS dan Iran menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Swiss pada 21 Juni 2026, yang salah satu poinnya menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dan mengizinkan inspeksi IAEA penuh, sementara AS berjanji menghentikan serangan militer dan mencabut sanksi sebagian.

Namun, pemerintah Israel menolak MoU tersebut karena tidak dilibatkan dalam proses negosiasi. Lebih jauh, Ben Gvir menyoroti bahwa kesepakatan itu justru membiarkan Iran mempertahankan rudal balistik—senjata yang menurut Tel Aviv merupakan ancaman langsung terhadap kemanan nasionalnya. “Tidak ada kondisi apa pun yang bisa memaksa Israel untuk mengikuti perintah seorang teman, meskipun teman itu sangat hebat,” tegasnya, merujuk pada Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini mendesak Israel menarik pasukan dari Lebanon Selatan sebagai syarat implementasi MoU.

Sementara itu, Iran tetap bersikeras bahwa rudal balistiknya adalah bagian tak terpisahkan dari pertahanan nasional. Presiden Masoud Pezeshkian bahkan memperingatkan bahwa tanpa rudal, Iran bisa mengalami nasib seperti Gaza—sebuah pernyataan yang memperdalam keretakan antara Tel Aviv dan Teheran. Di sisi lain, Israel terus melakukan operasi militer di perbatasan Lebanon, termasuk serangan yang menewaskan dua warga sipil Lebanon, yang oleh AS dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diusulkan dalam MoU.

Ben Gvir menegaskan bahwa Israel tidak akan pernah menyerahkan otoritas keamanannya kepada keputusan diplomatik yang dianggapnya tidak adil. “Kami tidak bisa menunggu dunia menunggu Iran berubah. Kami harus bertindak—dan kami akan bertindak sendiri, kapan pun diperlukan.” Pernyataannya memperkuat gambaran bahwa aliansi tradisional antara AS dan Israel kini menghadapi ujian terberat sejak dekade terakhir, dengan Israel memilih jalan unilateral dalam menghadapi ancaman nuklir Iran—meski risikonya memperdalam krisis di Timur Tengah.

Previous articleDonald Trump Serahkan Trofi Piala Dunia 2026
Next articleTaufik Hidayat Sembunyikan Penyiksaan di Kos dengan Siasat Licik
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik