Home Berita Internasional Israel Khawatir Turki Lebih dari Iran

Israel Khawatir Turki Lebih dari Iran

Sumbawanews.com,- Surat kabar ternama Israel, Maariv, mengungkapkan kekhawatiran mendalam bahwa ancaman strategis terbesar bagi negaranya kini bukan lagi Iran, melainkan Turki. Dalam analisis mendalam yang diterbitkan Selasa (23/6), media tersebut menilai perkembangan militer dan industri pertahanan Turki telah mencapai titik kritis yang jauh lebih mengancam stabilitas keamanan regional dibandingkan program nuklir atau rudal Iran.

Turki, yang kini menjadi kekuatan militer terbesar kedua di NATO, telah berhasil mencapai sekitar 80 persen swasembada pertahanan—sebuah capaian yang memungkinkannya memproduksi senjata canggih secara mandiri, termasuk tank tempur utama Altay yang dirancang dan dibangun dalam negeri. Angkatan Udara Turki mengoperasikan sekitar 200 pesawat tempur, sebagian besar F-16 Fighting Falcon, serta armada helikopter serang yang lincah dan mematikan. Lebih dari itu, Ankara telah membangun sistem pertahanan udara berlapis yang sebagian besar mengandalkan teknologi domestik, mengurangi ketergantungan pada impor senjata.

Ancaman paling mengkhawatirkan, menurut Maariv, justru datang dari kekuatan laut Turki. Dengan 16 kapal selam, fregat-fregat canggih, dan kapal amfibi TCG Anadolu—yang berfungsi sebagai kapal induk drone dan helikopter—Turki kini mampu mengancam jalur maritim di Mediterania Timur dan Laut Hitam, wilayah yang secara strategis vital bagi kepentingan Israel.

Perkembangan ini tidak hanya mengejutkan para analis militer Israel, tetapi juga memicu peninjauan ulang mendalam di kalangan pembuat kebijakan di Tel Aviv. Jika Iran dianggap sebagai ancaman ideologis dan asimetris, Turki dianggap sebagai ancaman konvensional yang terorganisir, terstruktur, dan semakin berani dalam mengekspresikan kepentingan strategisnya di kawasan—termasuk dukungan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap musuh oleh Israel.

Dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks, pergeseran fokus kekhawatiran Israel dari Teheran ke Ankara mencerminkan perubahan mendasar dalam peta kekuatan Timur Tengah. Turki bukan lagi sekadar mitra yang tidak dapat diprediksi, tetapi telah menjadi aktor militer mandiri yang mampu menantang keseimbangan kekuatan tradisional—dan Israel kini harus merumuskan strategi baru untuk menghadapinya.

Previous articleGattuso Resmi Pimpin Lazio
Next articlePerpres Pemulihan Korban HAM Berat Segera Dibutuhkan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik