Home Berita Internasional Abelardo de la Espriella Terpilih sebagai Presiden Kolombia

Abelardo de la Espriella Terpilih sebagai Presiden Kolombia

Sumbawanews.com,- Dalam hasil sementara yang memicu gejolak politik, pengacara sekaligus pengusaha Abelardo de la Espriella resmi terpilih sebagai presiden Kolombia setelah memenangkan putaran kedua pemilu pada 21 Juni 2026 dengan selisih tipis—hanya 248.000 suara—atas calon petahana Ivan Cepeda. Dengan 49,65 persen suara versus 48,7 persen, kemenangan De la Espriella mengakhiri empat tahun pemerintahan sayap kiri di bawah Gustavo Petro dan membawa negara itu berbelok tajam ke kanan.

Meski hasil penghitungan suara oleh Kantor Catatan Sipil Nasional telah mencapai 99,93 persen, Cepeda dan Petro menolak mengakui kemenangan itu, menuduh adanya kecurangan. Namun De la Espriella, yang langsung menyambut kemenangannya di depan ribuan pendukung di Barranquilla, tak menunggu konfirmasi resmi. “Negara ajaib dimulai hari ini,” ujarnya, menegaskan bahwa rakyat telah memilih melalui sistem yang sama yang memilih Petro empat tahun lalu.

Dijuluki “Harimau” oleh media dan pendukungnya, De la Espriella, 47 tahun, adalah figur yang tak pernah memegang jabatan terpilih sebelumnya. Karier awalnya sebagai pengacara pembela kasus kriminal—sering mewakili tokoh kontroversial seperti David Murcia Guzman, pendiri skema Ponzi DMG, dan Alex Saab, sekutu dekat Nicolás Maduro—membentuk citra sebagai juru bicara kelompok elit yang dianggap menghindari hukum. Namun, ia justru memanfaatkan reputasi itu untuk membangun narasi sebagai “orang luar” yang tahu cara menghancurkan sistem korup.

Kampanyenya berpusat pada keamanan keras: penindakan militer terhadap kelompok bersenjata, jaringan narkoba, dan organisasi kriminal tanpa negosiasi. Ia mengusulkan pembangunan penjara-penjara mega dan menolak segala bentuk kesepakatan damai, meniru model Presiden El Salvador Nayib Bukele. Kebijakan ini bertentangan langsung dengan “Perdamaian Total” Petro, yang mengandalkan dialog dengan kelompok bersenjata untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan selama lebih dari lima dekade.

Di bidang ekonomi, De la Espriella berjanji membangkitkan investasi asing, memperkuat sektor swasta, dan memulihkan kepercayaan pasar. Ia juga berkomitmen menghidupkan kembali industri real estat, konstruksi, dan minuman beralkohol—sektor-sektor yang pernah ia kuasai sebagai pengusaha.

Kemenangannya dipandang sebagai angin segar bagi hubungan Kolombia dengan Amerika Serikat dan Israel. Presiden AS Donald Trump, yang secara terbuka mendukungnya di Truth Social, menyebut kemenangan De la Espriella sebagai “kemenangan besar.” Menteri Luar Negeri Marco Rubio pun menyambutnya sebagai mitra strategis. De la Espriella, yang memegang kewarganegaraan ganda AS dan pernah tinggal di Miami, berjanji memperdalam kerja sama keamanan dan intelijen dengan Washington.

Sementara itu, di Timur Tengah, ia dianggap sebagai pembalik arus. Berbeda dengan Petro yang mengutuk keras kebijakan Israel di Gaza, De la Espriella berkomitmen membangun kembali hubungan diplomatik dan militer dengan Tel Aviv. Media Israel menyebutnya sebagai “kandidat paling pro-Israel dalam sejarah modern Kolombia.”

Kritikus memperingatkan bahwa kebijakan keamanan agresifnya bisa mengorbankan hak asasi manusia, terutama bagi masyarakat adat dan lingkungan hutan Amazon yang selama pemerintahan Petro dilindungi ketat. Namun bagi jutaan pemilih yang lelah dengan kekerasan dan stagnasi ekonomi, De la Espriella adalah simbol harapan baru: seorang outsider yang tak takut bertindak.

Presiden Argentina Javier Milei dan Ekuador Daniel Noboa langsung mengucapkan selamat, menyambut kemenangannya sebagai bagian dari gelombang konservatif yang mengguncang Amerika Selatan. Dengan demikian, Kolombia bukan hanya mengganti presiden—ia memilih arah baru, penuh kontroversi, namun tak bisa diabaikan.

Previous articleMessi Pecahkan Rekor Klose, Sang Legenda Angkat Topi
Next articleIran Perkuat Diplomasi Maritim Usai Kesepakatan dengan AS di Swiss
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik