Sumbawanews.com,- Jika hasil laga terakhir grup berjalan sesuai prediksi, pertemuan antara Timnas Brasil dan Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi kemungkinan nyata yang menghangatkan atmosfer turnamen. Duel ini berpotensi terwujud pada 30 Juni 2026 di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, menyusul skenario di mana Canarinha finis juara Grup C dan Samurai Blue menjadi runner-up Grup F.
Saat ini, Brasil memimpin Grup C dengan empat poin dan selisih gol +3, unggul tipis atas Maroko yang juga mengumpulkan empat poin namun dengan selisih gol +1. Laga pamungkas Grup C antara Brasil melawan Skotlandia pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB, menjadi penentu nasib mereka. Kemenangan dengan selisih tiga gol atau lebih akan mengamankan posisi pertama bagi tim asuhan Dorival Júnior, sekaligus memastikan mereka menghadapi runner-up Grup F.
Di sisi lain, Jepang tengah berada di posisi kedua Grup F dengan empat poin dan selisih gol +4, sama dengan pemuncak klasemen, Belanda. Kedua tim akan saling bertemu langsung di laga terakhir grup, sehingga hasil pertandingan itu akan menentukan siapa yang menjadi juara dan siapa yang menjadi runner-up. Jika Jepang mampu meraih hasil imbang atau menang, mereka berpeluang besar menjadi runner-up dan melaju ke babak gugur sebagai tim peringkat dua.
Pertemuan antara Brasil dan Jepang di babak 32 besar bukan hanya soal statistik, tapi juga simbol pertemuan dua filosofi sepak bola yang berbeda: kekuatan fisik dan teknik taktis Brasil versus disiplin, kecepatan, dan kerja sama tim Jepang. Kedua tim pernah bertemu di Piala Dunia 2018, di mana Brasil menang 2-1 dalam laga seru yang menjadi awal dari perjalanan mereka menuju semifinal. Kali ini, dengan skuad yang lebih matang dan penuh bintang muda, Brasil diharapkan membawa beban ekspektasi sebagai juara bertahan, sementara Jepang datang dengan keyakinan baru setelah menunjukkan kemajuan signifikan dalam dua edisi terakhir.
Pelatih Hajime Moriyasu telah menekankan pentingnya konsistensi dan ketahanan mental menjelang laga penentu melawan Belanda. Sementara itu, pelatih Dorival Júnior mengaku siap menghadapi siapa pun di babak berikutnya, meski mengakui bahwa Jepang adalah lawan yang “sangat sulit dihadapi karena kecepatan dan organisasi permainannya.”
Dengan semua variabel masih terbuka, dunia sepak bola menanti laga Grup C dan F pada 25 Juni sebagai kunci utama menuju duel epik di Houston. Jika skenario ini terwujud, Brasil vs Jepang bukan sekadar pertandingan—tapi momen sejarah yang menggabungkan kejayaan masa lalu dengan ambisi masa depan.















