Home Berita Nasional Pohon Tumbang Timpa Kios dan Angkot di Simpang Talang

Pohon Tumbang Timpa Kios dan Angkot di Simpang Talang

Sumbawanews.com,- Bogor – Sebuah pohon kicopong setinggi 8 meter tumbang di Simpang Talang, Bogor, pada pagi hari Selasa (23/6/2026), menimpa sebuah kios dan satu unit angkot trayek 32. Kejadian ini memicu kemacetan panjang di ruas jalan yang menghubungkan Cibinong dengan Simpang BORR.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, pohon yang tumbang memiliki diameter sekitar 50 sentimeter. Penyebab utamanya diduga akibat hujan deras yang berlangsung lama, melemahkan akar pohon yang sudah rapuh.

“Kondisi tanah basah dan angin kencang membuat pohon tak mampu bertahan. Bangunan kios mengalami kerusakan sedang, sementara angkot mengalami kerusakan pada bagian atap dan bodi samping,” ujar Dimas, Selasa pagi.

Kemacetan semakin parah karena satu truk mogok di lajur berlawanan, menghalangi arus lalu lintas dari arah Simpang BORR menuju Simpang Talang. Petugas Dishub dan kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk mengatur ulang arus kendaraan dan mengamankan proses evakuasi.

Tim gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, dan petugas pemadam kebakaran bekerja selama lebih dari dua jam untuk memotong dan mengevakuasi pohon yang menimpa kendaraan dan kios. Pemotongan dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan risiko terhadap warga sekitar dan petugas.

“Proses evakuasi sudah selesai. Jalan kembali lancar sekitar pukul 10.00 WIB,” tambah Dimas.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pemilik kios dan supir angkot sempat mengalami trauma akibat kejadian mendadak yang terjadi saat hujan masih mengguyur. Petugas pun mengimbau warga untuk waspada terhadap pohon-pohon tua di pinggir jalan, terutama menjelang musim hujan.

Kejadian ini menjadi yang ketiga dalam sepekan di wilayah Bogor, menyusul tumbangnya pohon di Tol Jagorawi dan sebuah masjid yang ambruk akibat tebing tergerus luapan Kali Cikaret. BPBD Kota Bogor menyatakan sedang melakukan pemantauan terhadap 127 pohon kritis di sepanjang jalan utama kota.

Masyarakat diminta segera melaporkan pohon yang tampak miring, akar terbuka, atau batang retak melalui saluran darurat BPBD. “Kami tidak ingin ada korban lebih banyak. Kewaspadaan adalah kunci,” tegas Dimas.

Previous articleGunung Semeru Meletus, Abu Vulkanik Capai 1.200 Meter
Next articleEnam Negara Sudah Pasti Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik