Home Berita Nasional Gerindra Kecewa Pemkot Solo Pasang Baliho Ultah Jokowi

Gerindra Kecewa Pemkot Solo Pasang Baliho Ultah Jokowi

Sumbawanews.com,- Pemerintah Kota Solo memasang tujuh baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 untuk Joko Widodo di sejumlah titik strategis, termasuk di Jalan Dr. Wahidin, Purwosari, Laweyan. Baliho-baliho itu menampilkan foto Presiden ke-7 RI itu dengan kemeja putih, disertai logo Pemkot Solo dan slogan “Kota Solo The Spirit of Java”. Teksnya jelas: “Pemerintah Kota Surakarta mengucapkan 21 Juni 2026, Selamat Ulang Tahun ke-65 Bp. Ir. H. Joko Widodo, Presiden Ke-7 RI.”

Namun, keputusan itu menuai reaksi tajam dari Partai Gerindra Solo. Ketua DPC Gerindra Kota Solo, Ardianto, menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, pemasangan baliho resmi oleh pemerintah daerah seharusnya bersifat netral dan tidak memihak—terlebih ketika Presiden saat ini, Prabowo Subianto, juga merupakan kader partai yang sama.

“Kenapa ketika Pak Prabowo tidak ada ucapan serupa? Padahal beliau juga Presiden, juga kader Gerindra,” ujar Ardianto di Gedung DPRD Solo, Senin (22/6/2026). Ia menilai tindakan itu lebih dari sekadar apresiasi—ia melihatnya sebagai sinyal politik yang tidak seimbang.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, membela keputusan itu sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Jokowi selama menjabat sebagai Wali Kota Solo dari 2005 hingga 2012. “Perubahan drastis di era beliau, pembangunan yang luar biasa. Ini bentuk apresiasi kami sebagai pemerintah daerah yang mewarisi jejaknya,” kata Respati.

Saat ditanya mengapa tidak ada ucapan serupa untuk Presiden Prabowo Subianto, Respati menjawab dengan nada santai: “Lah, ulang tahunnya beliau (Jokowi), gimana?”

Pernyataan itu memperdalam kekhawatiran Gerindra: bahwa apresiasi resmi dari pemerintah daerah kini lebih terkait pada latar belakang politik masa lalu ketimbang jabatan konstitusional saat ini. Di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks, keputusan kecil seperti pemasangan baliho bisa berubah menjadi simbol besar—tentang siapa yang dianggap “layak dihormati” oleh institusi negara.

Gerindra menegaskan, mereka tidak menolak penghargaan terhadap Jokowi. Tapi mereka menuntut keadilan simbolis: jika Presiden saat ini adalah Prabowo Subianto, maka penghormatan resmi dari pemerintah daerah seharusnya mengacu pada jabatan terkini, bukan pada masa lalu.

Dalam konteks ini, baliho bukan sekadar kertas dan cat. Ia adalah cermin kebijakan, dan dalam politik, cermin sering kali lebih berbicara daripada kata-kata.

Previous articlePuncak Bakti Kesehatan Bhayangkara, Kapolri Ajak Jajaran Layani Masyarakat dengan Hati
Next articleLimbah Sawit dan Styrofoam Jadi Bahan Bakar Kapal Ramah Lingkungan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik