Sumbawanews.com,- Timnas PUBG Mobile Indonesia resmi melangkah ke ajang utama Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, setelah finis di posisi kedua pada babak kualifikasi regional. Kemenangan ini menjadi puncak perjuangan panjang tim Garuda yang sempat terpuruk di fase grup, namun bangkit dengan performa luar biasa di babak final.
Awalnya, Indonesia terlihat kesulitan menemukan ritme di fase grup. Di tengah dominasi tuan rumah Vietnam, yang tampil sangat agresif dan menguasai papan klasemen, skuad Indonesia sempat terancam gagal lolos. Namun, perubahan strategi dan keputusan cerdas dari pelatih memicu kebangkitan. Pemain pengganti Muh Fathyn Zilhaq S. atau dikenal sebagai Snape, tampil sebagai pahlawan tak terduga, memberikan kontribusi krusial di peta-peta penentu dengan akurasi tembakan dan koordinasi tim yang tajam.
Hasilnya, Indonesia berhasil mengumpulkan 41 poin dan finis di posisi kelima grup, cukup untuk menembus enam besar dan melaju ke babak final. Di tahap penentuan, tekanan tak berkurang. Vietnam, yang sebelumnya tak terkalahkan, justru kehilangan konsistensi. Sementara itu, tim Indonesia mulai menemukan kepercayaan diri. Momentum berubah saat mereka meraih kemenangan “Winner Winner Chicken Dinner” — sebuah momen simbolis yang mengangkat semangat seluruh tim dan mendongkrak posisi klasemen.
Di akhir turnamen, Indonesia mengunci posisi kedua dengan catatan yang mengesankan, mengungguli Vietnam yang turun ke peringkat tiga. Kemenangan ini bukan hanya hasil kerja individu, tapi buah dari sinergi tim yang solid. Skuat yang diperkuat oleh Fazriel Haikal Aditya (Yummy), Juventino Ryan Jeremy R. (Rosemary), Micho Ananda Pratama W. (Zeta), Snape, dan Sharfan Syahman Shodiq (Potato), dibawah arahan Head Coach Deni Fianda (Defiand) dan Assistant Coach Bintang Prakoso (Kent), menunjukkan kematangan taktis dan mental juara.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari gelombang kejayaan esports Indonesia di Asian Games 2026. Sebelumnya, timnas Indonesia juga telah mengamankan tiket di tiga nomor lain: Naraka: Bladepoint, Identity V, dan Honor of Kings — dengan tim HOK tampil sempurna tanpa kekalahan dan mencatat 77 eliminasi tanpa balas. Jika Mobile Legends juga lolos, Indonesia berpotensi mengirimkan tujuh tim ke ajang terbesar Asia ini, menjadikannya salah satu negara dengan representasi esports terbanyak.
Tiket sudah di tangan. Tapi tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Di panggung Aichi-Nagoya, Indonesia bukan lagi tim yang berjuang untuk lolos, melainkan tim yang harus membuktikan diri sebagai kekuatan utama. Dan untuk pertama kalinya, Garuda siap tampil bukan hanya sebagai peserta, tapi sebagai calon juara.















