Sumbawanews.com,- BMKG memprakirakan hujan ringan akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada Selasa, 23 Juni 2026, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat terutama di Jawa Barat. Badan yang bertanggung jawab memantau cuaca ini mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
Di Sumatera, cuaca berawan tebal diprediksi meliputi Padang, Bengkulu, dan Jambi, sementara Palembang berpotensi mengalami udara kabur. Hujan ringan diperkirakan turun di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung.
Di Pulau Jawa, Jakarta mengalami kondisi berawan tebal, sementara Yogyakarta berawan. Hujan ringan menyapa Serang, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Namun, perhatian khusus diberikan pada Jawa Barat, di mana intensitas hujan bisa meningkat drastis hingga level sangat lebat, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Wilayah Kalimantan menunjukkan pola serupa: Samarinda berawan tebal, sementara Pontianak, Tanjung Selor, Palangkaraya, dan Banjarmasin diguyur hujan ringan. Di Bali dan Nusa Tenggara, Mataram berpotensi mengalami udara kabur, Kupang cerah berawan, dan Denpasar mengalami hujan ringan.
Di Sulawesi, Gorontalo dan Manado berawan, sedangkan Makassar dan Kendari berawan tebal. BMKG memperingatkan kemungkinan hujan petir di Palu dan Mamuju—fenomena yang sering kali disertai angin kencang dan peningkatan debit air sungai.
Untuk Maluku dan Maluku Utara, Ternate diprediksi berawan tebal, sementara Ambon dan Sorong mengalami hujan ringan. Di Papua, Manokwari berawan, namun hujan ringan merata di Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Prakirawan BMKG, Ina Indah, menekankan bahwa meski sebagian besar hujan bersifat ringan, perubahan cuaca yang cepat dan distribusi tidak merata tetap berpotensi menimbulkan risiko. Masyarakat diimbau memantau perkembangan terkini melalui aplikasi resmi BMKG dan menghindari aktivitas di daerah rawan bencana, terutama saat hujan turun secara terus-menerus.
Pemantauan intensif terus dilakukan oleh BMKG, terutama di wilayah yang menjadi sorotan karena potensi hujan ekstrem, termasuk Jawa Barat yang menjadi fokus utama peringatan dini hari ini.















