Home Berita Olah Raga Jerman Kehilangan Tulang Punggung Belakang di Piala Dunia 2026

Jerman Kehilangan Tulang Punggung Belakang di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Nico Schlotterbeck, bek andalan Jerman yang menjadi pilar utama lini belakang dalam formasi tiga bek, dikhawatirkan absen untuk sisa perjalanan tim di Piala Dunia 2026 setelah mengalami cedera pergelangan kaki serius saat melawan Pantai Gading di Toronto Stadium.

Kekalahan fisik ini datang tepat ketika Der Mannschaft telah memastikan lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup E, usai menang 2-1 atas tim Afrika Barat pada Minggu (21/6/2026). Namun, kemenangan itu harus dibayar mahal: Schlotterbeck mengalami cedera di menit ke-13, memaksakan diri bertahan hingga babak pertama berakhir sebelum akhirnya digantikan oleh Antonio Rüdiger.

Pelatih Julian Nagelsmann mengakui kondisi pemain berusia 26 tahun itu “tidak terlihat baik” dalam wawancara pasca-laga. Tim medis Jerman segera menerjunkan pemeriksaan MRI untuk menilai tingkat kerusakan, dengan hasil yang masih menunggu konfirmasi. Jika cedera terbukti parah, Schlotterbeck akan dinyatakan absen hingga akhir turnamen—sebuah pukulan telak bagi strategi pertahanan Jerman yang mengandalkan kecepatan, ketajaman membaca permainan, dan kestabilan fisiknya.

Schlotterbeck, yang bermain untuk Borussia Dortmund, menjadi satu-satunya bek tengah kiri yang tampil sejak laga pembuka melawan Curacao hingga pertandingan terakhir fase grup. Ia bukan hanya penahan bola, tapi juga penghubung kunci antara pertahanan dan serangan, dengan kemampuan membawa bola keluar dari tekanan dan memulai serangan dari belakang.

Dengan absennya Schlotterbeck, Rüdiger—yang kini berusia 33 tahun—dipastikan mengambil alih posisi utama. Meski memiliki pengalaman luar biasa dan kepemimpinan di lapangan, Rüdiger tidak lagi memiliki kecepatan dan daya tahan fisik seperti di masa puncak karier. Kehilangan dinamika Schlotterbeck berarti Jerman harus menyesuaikan gaya bertahan mereka, yang bisa menjadi beban berat menghadapi lawan-lawan cepat di babak gugur.

Pertanyaan besar kini menggantung: apakah Jerman mampu menutup kekosongan ini dengan pemain muda seperti Niklas Süle atau even Luca Netz, atau justru terpaksa mengubah formasi menjadi empat bek demi menstabilkan lini belakang? Dalam turnamen sekelas Piala Dunia, satu cedera bisa mengubah arah sejarah. Bagi Jerman, masa depan mereka di kancah global kini bergantung pada hasil pemeriksaan medis seorang pemain yang baru saja menjadi tulang punggung pertahanan mereka.

Previous articleGibran Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat, Dorong Ekonomi Berbasis Budaya
Next articleDua Bocah Rusak Piala dan Pot Bunga di SD Batang
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.