Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua provinsi pada Sabtu hingga Minggu, 20–21 Juni 2026. Total luas lahan yang hangus mencapai 8,3 hektare, tersebar di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Di Kalimantan Selatan, api menyambar dua desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam dan Martapura. Di Desa Simpang Lima, sekitar 3,1 hektare lahan habis terbakar, sementara di Desa Pesayangan, 2,2 hektare lainnya masih dalam proses pemadaman. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Banjar, bersama satgas darurat, telah dikerahkan ke lokasi. Pemadaman di Simpang Lima berhasil dilakukan, namun angin kering dan kondisi tanah yang sangat kering memperberat upaya di Pesayangan.
Sementara itu, di Jawa Tengah, kebakaran terjadi di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada Sabtu pukul 15.45 WIB. Tiga hektare lahan pertanian dan tegalan ludes dilalap si jago merah. Belum ada laporan korban jiwa, namun asap tebal sempat mengganggu visibilitas jalan dan mengganggu aktivitas warga sekitar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa kejadian ini terjadi di tengah tren kemarau panjang yang diprediksi BMKG berlangsung hingga akhir Agustus 2026. “Kondisi cuaca kering, ditambah aktivitas manusia seperti pembakaran lahan untuk perluasan pertanian, menjadi pemicu utama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2026).
BNPB mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan karhutla. Pemantauan satelit dan patroli udara terus dilakukan, sementara upaya pencegahan jangka panjang—seperti pemulihan lahan gambut dan sosialisasi larangan bakar lahan—masih menjadi prioritas nasional.
Kasus ini menjadi peringatan dini menjelang puncak musim kemarau. Dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan berlanjut, otoritas daerah diminta segera mengaktifkan rencana tanggap darurat dan melibatkan masyarakat dalam pengawasan dini.















