Home Berita Internasional Israel Serang Lebanon, Perundingan AS-Iran di Swiss Ditunda

Israel Serang Lebanon, Perundingan AS-Iran di Swiss Ditunda

Sumbawanews.com,- Serangan udara Israel di Lebanon selatan memicu krisis kemanusiaan dan menggagalkan upaya damai tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran. Setidaknya 16 warga sipil tewas dalam serangan beruntun sejak Kamis malam, sementara kelompok Hizbullah melaporkan pertempuran sengit di perbatasan yang menewaskan empat tentara Israel, termasuk seorang komandan batalyon.

Kondisi ini membuat perundingan teknis gencatan senjata yang dijadwalkan di Burgenstock, Swiss, ditunda tanpa batas waktu baru. Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi penundaan itu pada Jumat pagi, menegaskan bahwa delegasi Iran memutuskan tidak berangkat karena melihat agresi militer Israel sebagai pelanggaran serius terhadap semangat perjanjian yang baru saja ditandatangani secara digital oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Meski Israel bukan pihak dalam perjanjian itu, Iran bersikeras bahwa penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan Lebanon — yang telah diduduki selama bertahun-tahun — adalah syarat mutlak untuk stabilitas jangka panjang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap bertahan di “zona keamanan” selama ancaman keamanan nasional masih ada.

Perundingan yang semula diharapkan menjadi titik balik dalam hubungan AS-Iran — dan berpotensi membuka kembali Selat Hormuz serta menurunkan harga minyak global — kini terhenti di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Lebanon bisa memicu perang regional yang lebih luas. Qatar dan Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, juga terlibat dalam proses ini, namun keduanya kini menunggu sinyal dari Teheran dan Washington sebelum melanjutkan agenda.

Swiss, sebagai tuan rumah netral, tetap bersiap untuk memfasilitasi pertemuan ulang, namun tidak memberikan jadwal baru. “Kami tetap siap memediasi,” ujar perwakilan Kementerian Luar Negeri Swiss. “Tapi perdamaian tidak bisa dibangun di atas reruntuhan.”

Sementara itu, di Lebanon selatan, warga sipil berlarian dari desa-desa yang dihancurkan, sementara rumah sakit kehabisan stok darah dan obat-obatan. PBB memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di wilayah itu bisa memburuk dalam hitungan hari jika serangan tidak segera dihentikan.

Dengan gencatan senjata yang tergantung pada kepatuhan militer, bukan hanya pernyataan diplomatik, dunia kini menunggu: apakah diplomasi akan menang, atau apakah perang akan menelan semua upaya perdamaian.

Previous articleGus Yaqut Diperiksa KPK sebagai Saksi dalam Kasus Kuota Haji
Next articleMBG di Pekanbaru, Andre Rosiade Apresiasi Pembenahan dan Keterlibatan UMKM
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.