Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada Rabu, 17 Juni 2026, akan diselimuti awan tebal dengan potensi hujan sedang hingga lebat, terutama di luar Pulau Jawa. Sementara itu, kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya diprediksi berawan, tanpa hujan signifikan.
Menurut prakirawan BMKG Puji, peningkatan aktivitas hujan disebabkan oleh dinamika atmosfer yang kompleks, termasuk terbentuknya pola siklonik dan konvergensi angin di sejumlah wilayah perairan strategis. Daerah-daerah yang menjadi pusat pertemuan angin—seperti Laut Andaman, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sawu, Laut Timor, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, hingga Laut Arafura—menjadi katalis utama pertumbuhan awan hujan yang intens.
Di Sumatra, hujan ringan hingga sedang diperkirakan mengguyur Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjungpinang, Jambi, Bengkulu, dan Bandar Lampung. Palembang berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir, sementara Pangkal Pinang cenderung berawan. Di Kalimantan, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangka Raya, dan Banjarmasin juga berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang.
Wilayah Nusa Tenggara menunjukkan pola beragam: Denpasar, Mataram, dan Kupang diprediksi cerah berawan, sementara wilayah lainnya seperti Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, dan Ternate berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang. Di Sulawesi, Makassar dan Kendari diperkirakan berawan, tanpa hujan signifikan.
Di wilayah timur Indonesia, Ambon, Sorong, Nabire, dan Jayapura berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Manokwari diprediksi berawan tebal, sementara Kabupaten Jayawijaya masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
BMKG menekankan bahwa kondisi ini berpotensi memicu banjir, longsor, dan gangguan transportasi, terutama di daerah rawan bencana. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memantau perkembangan cuaca secara real time melalui situs resmi BMKG atau akun media sosial Info BMKG, serta menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan lebat turun.
“Pola cuaca saat ini sangat dinamis. Kewaspadaan bukan sekadar saran, tapi kebutuhan,” tegas Puji.
Pemerintah daerah pun diminta memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah yang menjadi jalur konvergensi atmosfer.















