Sumbawanews.com,- Massa mahasiswa yang berdemonstrasi di gerbang belakang Gedung DPR/MPR RI secara tertib membubarkan diri pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.50 WIB, setelah menyampaikan Sumpah Mahasiswa sebagai bentuk komitmen terhadap perubahan sosial dan politik.
Pantauan di lokasi, ribuan mahasiswa yang berkumpul di kawasan Gerbang Pancasila mulai bergerak meninggalkan area sejak pukul 17.30 WIB, berjalan menuju Jalan Gerbang Pemuda dan Jalan Asia Afrika. Arus lalu lintas di Jalan Gelora yang sempat dialihkan akibat aksi, kembali normal setelah massa benar-benar kosong. Polisi terlihat mengawal proses pembubaran dengan pendekatan humanis, tanpa senjata api, sesuai kebijakan Polda Metro Jaya yang menekankan pengawalan damai.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes serentak yang terjadi di sejumlah titik strategis ibu kota. Di sekitar Patung Kuda, Dukuh Atas, sejumlah perwakilan mahasiswa berhasil masuk ke kantor Wakil Presiden untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Sementara itu, di gerbang depan DPR, massa juga terlihat membawa karangan bunga sebagai simbol harapan dan kritik konstruktif.
Meski berbeda lokasi, seluruh aksi memiliki narasi yang sama: menuntut transparansi kebijakan pemerintah, penolakan terhadap upaya konsolidasi kekuasaan yang dinilai mengancam demokrasi, dan pemenuhan hak pendidikan yang adil. Sumpah Mahasiswa yang dibacakan di belakang DPR menjadi puncak simbolis dari rangkaian orasi yang penuh emosi dan keberanian—bukan sekadar protes, tapi pernyataan moral generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Tidak ada bentrokan, tidak ada kerusakan, dan tidak ada penangkapan. Hanya suara yang jernih, barisan yang rapi, dan keputusan untuk pergi—setelah pesan mereka didengar, atau setidaknya, tidak bisa lagi diabaikan.

















