Home Berita Nasional Filipina Diguncang Gempa M6,2, Indonesia Aman dari Tsunami

Filipina Diguncang Gempa M6,2, Indonesia Aman dari Tsunami

Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin (15/6/2026), tidak berpotensi menimbulkan tsunami di Indonesia. Gempa tektonik ini terjadi di kedalaman 93 kilometer, dengan episenter berlokasi di laut 143 kilometer utara Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada koordinat 5,99° LU dan 126,83° BT.

Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa ini merupakan jenis gempa menengah yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (thrust fault), yang umum terjadi di zona subduksi, namun tidak cukup kuat untuk memicu perubahan muka air laut yang signifikan.

Getaran gempa terasa hingga sejumlah wilayah di ujung utara Sulawesi Utara, termasuk Rainis, Miangas, Naha, Tahuna, Melonguane, dan Beo, dengan skala intensitas III MMI—artinya getaran dirasakan jelas oleh penduduk di dalam rumah, terutama pada lantai atas, namun tidak menyebabkan kerusakan struktural.

Hingga kini, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini di Filipina maupun di wilayah perbatasan Indonesia. Pemodelan tsunami oleh BMKG secara tegas menyatakan tidak ada potensi gelombang pasang yang mengancam pesisir Indonesia, termasuk Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Gempa ini terjadi hanya beberapa hari setelah serangkaian aktivitas seismik di kawasan itu, termasuk gempa M5,2 di Pulau Karatung pada 13 Juni lalu dan gempa dahsyat M7,8 yang menewaskan puluhan orang di Mindanao pada awal Juni. Namun, BMKG menekankan bahwa setiap kejadian harus dianalisis secara terpisah, karena mekanisme geologis dan kedalaman hiposenter menentukan dampaknya.

Pantauan terus dilakukan oleh jaringan seismik nasional, dan masyarakat diminta tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi. BMKG menegaskan bahwa sistem peringatan dini tsunami tetap beroperasi normal, dan semua informasi resmi dapat diakses melalui kanal resmi lembaga.

Previous articleKPU Anggarkan Rp1,42 Triliun untuk Persiapan Pemilu 2029
Next articleMahasiswa Bubarkan Diri Usai Sumpah di Belakang DPR
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.