Home Berita Internasional Pakistan Siap Tandatangani Kesepakatan Damai Iran-AS dalam 24 Jam

Pakistan Siap Tandatangani Kesepakatan Damai Iran-AS dalam 24 Jam

Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan selesai dalam waktu 24 jam ke depan. Dalam unggahan di platform X, Sharif menyatakan bahwa kedua pihak telah mencapai titik terdekat dalam negosiasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator netral.

“Kami lebih dekat daripada sebelumnya,” tulis Sharif. “Pemerintah Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik kesepakatan damai segera setelah kesepakatan final dicapai, diikuti oleh pembicaraan teknis tingkat lanjut pekan depan.”

Sharif menekankan komitmen berkelanjutan dari kedua negara yang selama ini terlibat dalam konflik berkepanjangan, serta mengucapkan terima kasih kepada negara-negara kawasan yang memberikan dukungan diplomatik. Ia menambahkan, kesepakatan ini bukan sekadar gencatan senjata, tetapi fondasi bagi perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah yang rawan ketegangan.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan diplomatik besar, mengingat hubungan Iran-AS telah membeku selama lebih dari empat dekade sejak revolusi Islam 1979. Pakistan, yang memiliki hubungan strategis dengan kedua negara, telah aktif memfasilitasi dialog tertutup sejak awal tahun ini, dengan bantuan dari otoritas keamanan dan diplomatik tingkat tinggi.

Kesepakatan yang bakal dirumuskan diperkirakan mencakup isu-isu krusial seperti pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran, pembatasan program nuklir, serta penarikan pasukan militer AS dari beberapa zona konflik di wilayah perbatasan. Sumber diplomatik di Islamabad mengonfirmasi bahwa teks akhir telah disetujui secara prinsip, dan hanya tersisa beberapa poin teknis yang perlu disesuaikan sebelum ditandatangani.

Reaksi internasional pun mulai bermunculan. Harga minyak global turun hingga 6% dalam sepekan terakhir, mencerminkan optimisme pasar atas kemungkinan stabilisasi pasokan energi di Selat Hormuz. Sementara itu, India dan negara-negara Teluk menunggu perkembangan lebih lanjut, dengan sejumlah pejabat menyatakan bahwa kesepakatan ini bisa menjadi titik balik bagi keamanan regional.

Jika terealisasi, kesepakatan ini akan menjadi salah satu pencapaian diplomatik paling signifikan di abad ke-21—dan Pakistan, yang sebelumnya dikenal sebagai negara pinggiran dalam konflik besar dunia, kini berdiri di garis depan sejarah.

Previous articleDyson Luncurkan Tiga Vacuum Cordless Baru, Ada yang Bisa Kosongkan Sendiri
Next articleEcho Isle: Petualangan Mini yang Menggugah Nostalgia Zelda
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.