Sumbawanews.com,- Pemukim ilegal Israel terus melakukan pengepungan terhadap tiga rumah warga Palestina di desa Qusra, dekat Nablus, Tepi Barat, sejak Ahad (9/8/2026). Warga yang terkepung mengaku telah diputus akses air, listrik, dan jalan keluar masuk selama empat hari berturut-turut, namun menegaskan tidak akan meninggalkan rumah mereka meski harus menjadi syahid. Aisha Abu Rida, salah satu warga yang terjebak, menyatakan dalam pesan suara bahwa mereka siap dimakamkan di rumah sendiri agar menjadi saksi atas kejahatan para pemukim.
Meski pasukan Israel telah membongkar dua pos pemukim ilegal di Qusra dan Jalud pada malam hari, menyita peralatan, dan menahan seorang warga Israel, para pemukim tetap berkerumun di luar rumah-rumah warga Palestina pada pagi harinya. Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa Batalion ke-51 Brigade Golani telah dikerahkan ke wilayah utara Tepi Barat untuk melakukan patroli dan menjaga keamanan, namun tidak ada upaya serius untuk mengusir pemukim yang terus mengancam warga sipil. Rekaman terbaru menunjukkan warga masih takut keluar rumah, sementara upaya evakuasi pemukim pada pagi sebelumnya gagal total.















