Home Berita Internasional Putri Sulung Raja Thailand Meninggal Setelah 4 Tahun Koma

Putri Sulung Raja Thailand Meninggal Setelah 4 Tahun Koma

Sumbawanews.com,- Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn (Rama X), kehilangan putri sulungnya, Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, yang meninggal dunia pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 19.48 waktu setempat, di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok. Putri berusia 47 tahun itu telah berada dalam keadaan koma sejak 15 Desember 2022, setelah mengalami gangguan jantung yang mendadak.

Kondisinya semakin memburuk pada akhir Mei 2026 akibat komplikasi kolitis yang memicu infeksi berat, tekanan darah rendah, aritmia, dan pembekuan darah. Meski mendapat perawatan intensif dari tim medis kerajaan, tak ada perbaikan signifikan yang terjadi selama lebih dari empat tahun perawatan berkelanjutan.

Pernyataan resmi dari Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand mengonfirmasi kematian Putri Bajrakitiyabha, sekaligus mengumumkan rangkaian upacara pemakaman dengan penghormatan tertinggi. Jenazahnya akan disemayamkan di Aula Singgasana Phiman Rattaya, dalam kompleks Istana Kerajaan Bangkok, tempat yang biasa digunakan untuk memuliakan anggota keluarga kerajaan yang paling dihormati.

Masyarakat umum diundang untuk memberi penghormatan dalam dua tahap: pertama, melalui ritual pemandian simbolis di Paviliun Sahathai Samakom pada Sabtu, 13 Juni, mulai pukul 08.30 hingga 24.00. Selanjutnya, mulai Minggu, 14 Juni hingga 26 Juni, masyarakat dapat menandatangani buku belasungkawa dan berdoa di hadapan foto sang putri di lokasi yang sama, setiap hari pukul 08.30–16.00.

Setelah 15 hari masa ritual kerajaan berakhir, jenazahnya akan dibuka untuk umum mulai 27 Juni hingga waktu yang belum ditentukan, dengan jam kunjungan pukul 09.00–21.00 setiap hari di Aula Singgasana Phiman Rattaya.

Putri Bajrakitiyabha, yang dikenal sebagai tokoh yang rendah hati dan sering tampil di acara publik kerajaan, adalah putri pertama Raja Vajiralongkorn dari pernikahannya dengan Putri Yuvadhida Polpraserth. Ia juga pernah menjabat sebagai duta kerajaan untuk isu kesehatan dan kemanusiaan, serta menjadi salah satu anggota keluarga kerajaan yang paling dekat dengan rakyat Thailand.

Kematiannya menandai berakhirnya sebuah babak dalam dinasti Chakri, sekaligus membuka pertanyaan baru tentang garis suksesi kerajaan, mengingat ia adalah satu-satunya anak perempuan Raja Rama X yang pernah diakui secara resmi sebagai anggota garis utama pewaris tahta.

Previous articlePerempuan Thailand Didakwa Bunuh Diplomat AS di Myanmar
Next articleFilipina Tegaskan Tolak Pulau Buatan China di Scarborough
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.