Home Serba Serbi Tekno Bandung Zoo Dikuasai Fauna Land, Gembira Loka Kalah Tipis

Bandung Zoo Dikuasai Fauna Land, Gembira Loka Kalah Tipis

Sumbawanews.com,- Pemerintah Kota Bandung resmi menyerahkan pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) kepada PT Fauna Land Ancol setelah proses lelang berakhir pada 10 Juni 2026. Gembira Loka Zoo, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga konservasi terpercaya di Indonesia, gagal memenangkan tender dengan selisih tipis—kurang dari 0,5 persen—dari nilai penawaran terbaik.

Direktur Utama Gembira Loka Zoo, Tirtodiprojo, mengungkapkan bahwa proses lelang berlangsung dua tahap. Tahap pertama menilai kelengkapan dokumen administrasi dan teknis, termasuk rekam jejak pengelolaan satwa, kapasitas teknis, dan komitmen konservasi. Hanya peserta yang lolos kriteria ini yang berhak masuk ke tahap kedua: pembukaan penawaran finansial.

Di tahap penentuan, Pemkot Bandung menetapkan angka patokan tetap sebesar Rp4,3 miliar per tahun, dengan kenaikan 1,64 persen tiap tahun selama masa kontrak 26 tahun. Selain itu, pengelola wajib menyerahkan minimal 10,95 persen dari total pendapatan operasional ke kas daerah. Menurut Tirtodiprojo, tim Gembira Loka menawarkan nilai yang sangat mendekati batas minimal, bahkan hampir menyentuh angka maksimum yang diizinkan. “Kami kalah tipis. Tidak lebih dari setengah persen,” katanya kepada Tempo, Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang mematangkan nota kesepahaman antara Pemkot, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Fauna Land Ancol. Tahap berikutnya mencakup pengajuan izin operasional sebagai Lembaga Konservasi Berbadan Hukum, serta penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang melibatkan berbagai instansi.

“Kami masih mengkaji apakah Bandung Zoo bisa dibuka secara bertahap selama transisi, atau harus ditutup sementara hingga semua perizinan dan infrastruktur siap,” ujar Farhan.

Proses transisi juga mencakup audit mendalam terhadap seluruh koleksi satwa, termasuk yang merupakan titipan dari lembaga konservasi lain. Pemerintah pusat akan turut serta dalam pendampingan teknis. Sementara itu, gaji karyawan Bandung Zoo tetap dibayarkan dari anggaran daerah hingga akhir Juni 2026, guna memastikan kelangsungan perawatan satwa tanpa gangguan.

CEO Fauna Land Ancol, Danny Gunalen, menegaskan bahwa kesejahteraan satwa menjadi fondasi utama pengelolaan baru. “Kami akan memastikan habitat memadai, nutrisi tepat, layanan medis profesional, dan stimulasi perilaku alami untuk setiap satwa,” ujarnya. Fauna Land, yang mengelola Taman Safari Indonesia dan kawasan Ancol, berjanji akan mengerahkan pengalaman dan sumber daya untuk mempercepat pemulihan Bandung Zoo, yang sebelumnya mengalami krisis pendanaan dan perawatan.

Dengan kekalahan ini, Gembira Loka Zoo, yang pernah mengelola Bandung Zoo sebelumnya pada periode 2015–2021, kembali harus menahan kekecewaan. Namun, Tirtodiprojo menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada misi konservasi. “Kami tidak menyerah. Kami akan terus berkontribusi, entah lewat kolaborasi, konsultasi, atau bahkan tender berikutnya.”

Bandung Zoo kini memasuki babak baru—dengan harapan besar bahwa pengelolaan baru akan membawa kembali kejayaan tempat yang pernah menjadi kebanggaan warga Jawa Barat.

Previous articleBos Kartel Hells Angels Ditangkap di Bandara Bali
Next articlePraz Teguh Bayar Hampir Rp1 Miliar untuk Umrah, Bukan Dibayar endorse
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.