Sumbawanews.com,- Canberra – Seorang warga negara Indonesia, Diana Indah Lestari (30), tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Stanhope, Victoria, Australia, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Diana, yang merupakan peserta Work and Holiday Visa (WHV) asal Tangerang, menjadi korban kecelakaan maut saat mobil yang ditumpanginya ditabrak oleh kendaraan lain yang melaju dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam di Midland Highway, dekat persimpangan Girgarre-Rushworth Road.
Dua penumpang lainnya, Hilda Fazlia dan Dennis Ramadhan, selamat namun mengalami luka-luka. Dennis telah dinyatakan boleh pulang dari Goulburn Valley Health, sementara Hilda masih menjalani perawatan intensif di The Alfred Hospital. Ketiganya dikonfirmasi sebagai peserta WHV yang sedang menjalani pengalaman kerja dan liburan di Australia.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne langsung merespons kejadian ini. Refah Gagrag Anyar, Konsul Protokol Konsuler KJRI Melbourne, mengatakan jenazah Diana kini berada di Kantor Koroner Victoria dan diprediksi akan dirilis dalam waktu dua hingga tiga hari. Keluarga korban telah menyatakan keinginan kuat untuk merepatriasi jenazahnya ke Indonesia. Biaya pemulangan dan perawatan korban akan ditanggung oleh Transport Accident Commission (TAC), asuransi wajib kendaraan di Victoria.
Di tengah duka, komunitas Indonesia di Melbourne bergerak cepat. Sejumlah inisiatif penggalangan dana digelar, termasuk melalui platform GoFundMe yang hingga 11 Juni telah mengumpulkan lebih dari AU$58.503 (sekitar Rp733 juta). Penggalangan dana secara resmi ditutup, namun sumbangan tambahan masih diterima untuk diberikan kepada keluarga Diana sebagai bentuk dukungan moral dan finansial.
Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV) juga turut berperan aktif. Presiden IMCV, Aru Prihata, menyatakan komunitas merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu. “Kami ingin memastikan keluarga Diana di Indonesia merasakan kepedulian dari saudara-saudaranya di Australia,” ujarnya. IMCV juga bertindak sebagai penghubung resmi dalam proses repatriasi jenazah dan mendukung pemulihan fisik serta psikologis Hilda dan Dennis, yang mengalami trauma mendalam akibat kehilangan teman sekaligus mengalami kejadian traumatis.
KJRI kembali mengingatkan seluruh WNI di Australia untuk selalu berhati-hati saat berkendara, memastikan memiliki asuransi kesehatan, serta mendaftarkan diri ke kantor konsuler agar dapat segera mendapat bantuan jika terjadi keadaan darurat. “Kami memahami betapa berharganya setiap nyawa yang hilang jauh dari tanah air. Kehilangan Diana bukan hanya duka keluarga, tapi juga duka kita semua,” kata Refah.
Kasus ini kembali mengingatkan betapa rentannya para pemuda Indonesia yang menempuh perjalanan jauh demi pengalaman hidup di luar negeri—dan betapa pentingnya solidaritas komunitas dalam menghadapi musibah yang tak terduga.

















