Sumbawanews.com,- Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran pada Rabu (10/6/2026) melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia, sebagai respons atas serangan udara CENTCOM yang menargetkan wilayah selatan Iran beberapa jam sebelumnya. Serangan ini memicu kepanikan di Bahrain, Kuwait, dan Yordania, dengan sirine peringatan berbunyi di beberapa kota dan sistem pertahanan udara aktif menembak jatuh proyektil yang melintas.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Khatam al-Anbiya, komando strategis militer Iran, serangan tersebut ditegaskan sebagai bentuk balasan atas “agresi ilegal” AS terhadap wilayah Jask, Sirik, dan Qeshm di Provinsi Hormozgan. Pernyataan itu memperingatkan bahwa jika AS terus melanjutkan serangan, “tindakan balasan akan jauh lebih berat dan lebih luas.” Laporan media Iran menyebut ledakan besar terjadi di wilayah selatan setelah serangan AS, namun situasi kembali tenang dalam hitungan jam.
Pangkalan Angkatan Laut Kelima AS di Bahrain — pusat operasi strategis AS di Teluk Persia — menjadi salah satu target utama. Sementara itu, menurut laporan Australian Associated Press, rudal-rudal Iran juga mengarah ke pangkalan udara di Kuwait dan fasilitas radar di Yordania. Pihak Yordania mengklaim berhasil menembak jatuh lima rudal yang ditembakkan dari Iran, menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam konflik tersebut namun tetap melindungi wilayahnya dari ancaman eksternal.
CENTCOM, dalam pernyataan resminya, membantah tuduhan agresi berlebihan dan menyebut serangan sebelumnya terhadap sistem pertahanan dan radar di dekat Selat Hormuz sebagai “operasi membela diri.” Operasi ini diluncurkan sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache milik AS dalam insiden sebelumnya, yang oleh Iran diklaim sebagai hasil serangan balasan mereka.
Ketegangan di kawasan ini kini memasuki fase baru: Iran tidak lagi hanya menanggapi serangan AS secara simbolis, tetapi menyerang langsung infrastruktur militer sekutu Washington di kawasan. Dengan target yang melampaui batas Iran, strategi Teheran jelas menunjukkan pesan: setiap serangan terhadapnya akan berbalik menjadi ancaman bagi kepentingan AS di seluruh Timur Tengah.
Dalam konteks geopolitik yang semakin rapuh, serangan ini bukan sekadar balas dendam — tapi peringatan tegas bahwa Iran siap mengubah medan perang, bahkan jika harus melibatkan negara-negara yang tidak langsung terlibat.

















