Sumbawanews.com,- Gunung Dukono di Maluku Utara kembali meletus pada Rabu, 10 Juni 2026, pukul 08.56 WIT, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter di atas puncak. Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak condong ke arah barat laut.
Ketinggian kolom abu tersebut setara dengan 2.087 meter di atas permukaan laut. Fenomena ini tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi letusan selama 43,30 detik.
Hingga kini, status Gunung Dukono tetap pada Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak memasuki zona bahaya dalam radius 4 kilometer dari kawah utama, yaitu Kawah Malupang Warirang.
Letusan ini merupakan yang ketiga dalam sepekan, menyusul erupsi sebelumnya pada 2 Juni 2026 yang melontarkan abu hingga 1.300 meter. Aktivitas vulkanik yang terus berlanjut menunjukkan bahwa Dukono masih dalam fase intensif, meski belum menunjukkan tanda-tanda menuju erupsi besar.
Pemantauan terus dilakukan secara intensif oleh petugas lapangan dan sistem monitoring digital. Warga di sekitar kaki gunung diminta tetap waspada, mengingat abu vulkanik dapat berdampak pada kesehatan pernapasan dan mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah sekitar.
PVMBG menegaskan bahwa informasi terkini akan terus disampaikan melalui kanal resmi, dan masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi.

















