Sumbawanews.com,- Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan upaya pencegahan kejahatan jalanan yang melibatkan remaja dan geng sekolah melalui pendekatan sistematis, mulai dari sambang sekolah hingga patroli malam. Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoaji, mengungkapkan bahwa tren kekerasan di kalangan pelajar belakangan ini semakin mengkhawatirkan, terutama setelah terjadi sejumlah insiden perang sarung dengan senjata improvisasi seperti gir sepeda, batu, hingga kembang api.
Untuk mengatasi akar masalah, Satpol PP menjalankan program “Satpol PP Goes to School”—kunjungan rutin ke sekolah-sekolah untuk melakukan razia barang bawaan siswa, sekaligus memberikan edukasi tentang dampak hukum dan sosial dari perilaku kekerasan. Langkah ini bukan sekadar penegakan aturan, melainkan upaya pencegahan dini yang melibatkan pendekatan humanis.
Selama bulan Ramadhan lalu, petugas juga melakukan patroli menjelang sahur untuk menindak kelompok remaja yang berkumpul di jalanan dengan membawa benda berbahaya. Operasi ini dilakukan secara sinergis dengan kepolisian, TNI, dan Badan Intelijen Daerah (Binda), membentuk jaringan pengawasan multidisiplin yang responsif terhadap ancaman kejahatan jalanan.
Bagas menambahkan, pihaknya tengah mempertimbangkan rekomendasi Gubernur DIY untuk menerapkan jam malam bagi remaja di wilayah rawan, meski keputusan akhir masih dalam tahap kajian internal. “Kami tidak hanya mengejar penindakan, tapi ingin membangun budaya kesadaran. Anak-anak ini butuh bimbingan, bukan hanya hukuman,” ujarnya.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah DIY untuk menekan angka kejahatan remaja, sekaligus memperkuat peran instansi pemerintah sebagai penjaga kesejahteraan sosial, bukan sekadar penegak ketertiban.















