Sumbawanews.com,- Saksi kunci dalam kasus dugaan korupsi Mega Proyek Biru (MBG), Sony Sonjaya, meminta perlindungan khusus bagi keluarganya usai membongkar sejumlah nama besar yang diduga terlibat dalam skema penyalahgunaan anggaran senilai ratusan triliun rupiah. Dalam kesaksiannya di depan Komisi Pemberantasan Korupsi, Sony mengaku menjadi salah satu pihak yang mengelola aliran dana ilegal dari proyek infrastruktur strategis tersebut, yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara dan pengusaha besar.
Sony, yang sebelumnya menjabat sebagai manajer keuangan di salah satu konsultan proyek pemerintah, mengungkap bahwa uang hasil korupsi dialirkan melalui sejumlah perusahaan bayangan dan rekening offshore. Ia menyebut nama-nama pejabat yang masih aktif di posisi strategis, termasuk mantan menteri yang kini menjadi anggota DPD, serta seorang eks wakil menteri yang kini menjabat sebagai ketua badan otoritas infrastruktur nasional. Semua nama tersebut, menurut Sony, terlibat dalam pengambilan keputusan yang mengarah pada pemilihan kontraktor tidak kompetitif dan pembengkakan anggaran.
“Saya tidak takut pada ancaman terhadap diri saya, tapi saya khawatir pada istri dan anak-anak saya,” ujar Sony dalam kesaksiannya yang direkam dan kini menjadi barang bukti utama. Ia mengatakan telah menerima sejumlah pesan ancaman melalui telepon dan media sosial sejak minggu pertama ia memberikan keterangan resmi kepada KPK.
KPK mengonfirmasi bahwa mereka telah mengaktifkan protokol perlindungan saksi sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006. Tim khusus keamanan kini menjaga kediaman Sony dan keluarganya di luar Jakarta, sementara penyidik tengah memperdalam jejak keuangan yang terhubung ke 17 perusahaan yang disebut dalam kesaksiannya. Beberapa di antaranya telah dibekukan asetnya oleh jaksa penuntut umum.
Kasus MBG sendiri awalnya terungkap dari laporan audit BPK yang menemukan penyimpangan dana hingga Rp 287 triliun dalam proyek pembangunan jalan tol, bendungan, dan pelabuhan di lima provinsi. Kini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, dan proses pengembangan kasus terus berjalan. Sony dijadwalkan kembali memberikan keterangan pada pekan depan, di mana ia akan mengungkapkan dokumen-dokumen rahasia yang diduga menjadi bukti transaksi gelap antara pejabat dan pengusaha.
Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara menyatakan bahwa kasus ini menjadi prioritas nasional. “Korupsi di level strategis adalah ancaman terhadap kedaulatan ekonomi bangsa,” ujar Sekretaris Kabinet dalam pernyataan resminya. “Kami mendukung penuh upaya KPK untuk menuntaskan kasus ini tanpa tebang pilih.”















