Home Berita Nasional Istiqlal Sembelih 78 Hewan Kurban, Sapi Prabowo dan Gibran Jadi Sorotan

Istiqlal Sembelih 78 Hewan Kurban, Sapi Prabowo dan Gibran Jadi Sorotan

Sumbawanews.com,- Jakarta – Masjid Istiqlal hari ini memulai penyembelihan 78 hewan kurban, termasuk dua sapi raksasa yang disumbangkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dengan total daging sekitar 10 ton, distribusi akan menyentuh ratusan panti asuhan, ponpes, hingga warga kurang mampu di sekitar Jakarta.

Sapi milik Presiden Prabowo Subianto, bernama ‘Si Loreng’, memiliki bobot mencapai 1,3 ton—setara dengan berat dua mobil sedan. Sementara sapi milik Wapres Gibran, ‘Wirabumi’, beratnya 1,2 ton. Keduanya, dengan ciri khas bulu putih di kepala dan tubuh kekar, menjadi pusat perhatian jemaat yang datang untuk melihat dan berfoto.

Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar, membuka prosesi dengan menekankan pentingnya kebersihan dan kehormatan dalam penyembelihan. “Saya tidak ingin ada setetes darah yang mengalir ke sungai yang mengelilingi masjid,” tegasnya, menegaskan komitmen panitia menjaga lingkungan sekitar tempat ibadah.

Dari 78 hewan kurban, 65 di antaranya adalah sapi dan 13 kambing. Sumbangan tidak hanya datang dari pejabat negara, tetapi juga dari gereja Katedral, pengusaha, hingga warga biasa yang ingin berbagi keberkahan di hari raya Idul Adha. Tahun ini, pembagian daging tidak lagi menggunakan kupon—mengikuti tren modern yang lebih transparan dan inklusif.

Nama ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’ sengaja dipilih sebagai simbol kebanggaan nasional. ‘Si Loreng’ merujuk pada corak bulu belangnya yang khas, sementara ‘Wirabumi’ bermakna ‘tanah air’ dalam bahasa Jawa klasik—menggambarkan kedekatan simbolis antara kepemimpinan dan rakyat.

Daging kurban akan dibagikan dalam waktu 48 jam setelah penyembelihan, dengan tim khusus yang bertugas mengemas, mendistribusikan, hingga memastikan kehalalan dan kesehatan pangan. Di tengah ramainya perbincangan soal anggaran negara, Istiqlal menegaskan bahwa semua hewan kurban ini berasal dari dana pribadi atau sumbangan masyarakat, bukan dari APBN.

Dengan semangat kebersamaan, masjid terbesar di Asia Tenggara ini kembali membuktikan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual, tapi juga jembatan sosial yang menghubungkan elit dan rakyat, kaya dan miskin, dalam satu niat: berbagi keberkahan.

Previous articleSerangan Israel Tewaskan 56 Warga Sipil di Lebanon dalam Sehari
Next articleLampung Manfaatkan Idul Adha untuk Perkuat Solidaritas Sosial
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik