Washington DC., sumbawanews.com – Melalui pernyataan bersama Bolivia, Kosta Rika, Guyana, Paraguay, Trinidad dan Tobago, dan Amerika Serikat, Selasa (28/04) menyatakan, bersama dalam misi bersama kami untuk mengamankan kawasan. Dan menegaskan kembali bahwa kebebasan di kawasan kami tidak dapat dinegosiasikan.
Baca Juga: Trump Batalkan Delegasi AS Bertemu Delegasi Iran
“Kami memantau dengan waspada tekanan ekonomi yang ditargetkan oleh Tiongkok dan tindakan-tindakan baru-baru ini yang telah memengaruhi kapal-kapal berbendera Panama,” katanya.
Menurutnya, Tindakan-tindakan ini menyusul keputusan Mahkamah Agung independen Panama mengenai terminal Balboa dan Cristóbal, merupakan upaya terang-terangan untuk mempolitisasi perdagangan maritim dan melanggar kedaulatan negara-negara di kawasan kami.
Dijelaskan, Panama adalah pilar sistem perdagangan maritim kita, dan karenanya harus tetap bebas dari tekanan eksternal yang tidak semestinya. Setiap upaya untuk melemahkan kedaulatan Panama merupakan ancaman bagi kita semua.
“Kami berdiri dalam solidaritas dengan Panama. Melalui komitmen kami yang diperbarui terhadap perdamaian, keamanan, dan kerja sama di kawasan ini, kami tetap berdedikasi untuk menghadapi semua ancaman guna memastikan Amerika tetap menjadi kawasan kebebasan, keamanan, dan kemakmuran,” ucapnya. (Using)












