Home Berita Daerah Jumlah Guru Melebihi, Penyebaran Belum Merata

Jumlah Guru Melebihi, Penyebaran Belum Merata

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud mengakui, saat ini penyebaran guru belum merata. Meskipun jumlah guru melebihi kebutuhan.

“Hasil raport pendidikan kita pemerataan guru baru sekitar 67 persen. Masih ada beberapa sekolah yang gurunya belum lengkap. Walaupun secara agregat kita bandingkan antara jumlah kebutuhan dan ketersediaan guru, kita lebih,” kata Amir Mahmud, di ruang kerjanya, Selasa (21/04).

Baca Juga: PPPK Berpeluang Jadi Kepsek, 122 Jabatan Masih Lowong

Ia menjelaskan, terdapat satuan pendidikan di beberapa daerah yang masih kekurangan guru. Sedangkan disatu sisi terdapat satuan pendidikan yang kelebihan guru. Namun secara keseluruhan, seluruh sekolah memiliki guru.

Diungkapkan, persoalan tersebut disebabkan oleh bebrapa factor seperti geografis dan aksesibilitas. “Pendistribusian guru memang belum merata, Karena kondisi geografis, aksesibilitas. Faktanya juga tidak ada sekolah ayng tidak ada guru,” ujarnya.

Ia memastikan, pada satuan pendidikan yang kekurangan guru proses belajar mengajar berjalan normal. Sebab, kebutuhan guru pada daerah-daerah sulit masih dapat dipenuhi dengan Guru Tidak Tetap (GTT).

“Kita masih tergantung dengan guru tidak tetap seperti daerah sulit khususnya, masih bisa dipenuhi oleh GTT. Jadi Proses berjalan mengajar tetap berjalan dengan normal di seluruh satuan pendidikan,” katanya. (Using)

Previous articleJelang Kemarau, Damkar Ingatkan Potensi Kebakaran
Next articleWarga Selatan Persoalkan Pemberdayaan Masyarakat AMMAN, Pemda dan Dewan Diminta Lantang
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.