London, sumbawanews.com – Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO), Kamis (26/03) mengumumkan, ancaman maritim regional di Teluk Arab, Selat Hormuz, dan Teluk Oman tetap KRITIS.
Dijelaskan, Lingkungan ancaman maritim secara keseluruhan tetap berada pada tingkat kritis karena pola serangan baru-baru ini, gangguan navigasi yang berkelanjutan, dan gangguan operasional yang terus-menerus, termasuk fasilitas pelabuhan, di seluruh wilayah tersebut.
Baca Juga: Iran Berencana Tetap Kendalikan Selat Hormuz
UKMTO mencatat 21 serangan/insiden maritim yang dikonfirmasi sejak 1 Maret. Lalu lintas kapal SoH yang diamati saat ini, yakni 1 kapal/hari.
Dijelaskan, Sejak dimulainya permusuhan pada 28 Februari, lebih dari dua puluh insiden maritim yang melibatkan kapal komersial dan infrastruktur lepas pantai telah dilaporkan di seluruh Teluk Arab, Selat Hormuz, dan Teluk Oman.
Insiden tersebut melibatkan berbagai jenis kapal dan negara bendera, tanpa pola kepemilikan Barat yang konsisten, menunjukkan bahwa pola serangan saat ini mencerminkan kampanye yang bertujuan untuk mengganggu aktivitas maritim secara luas daripada menargetkan kapal secara selektif.
Serangan dapat terjadi di tempat berlabuh, operasi Kapal-ke-Kapal (STS), dan jalur masuk pelabuhan. Kapal komersial yang beroperasi di dalam area ancaman kritis sangat dianjurkan untuk tetap menjalin kontak pelaporan dengan UKMTO. (Using)

















