Home Berita Daerah Campur Sari Campur Ngaji, Ulama, Aparat, dan Mahasiswa Duduk Bersama di Banyuwangi

Campur Sari Campur Ngaji, Ulama, Aparat, dan Mahasiswa Duduk Bersama di Banyuwangi

Banyuwangi, Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan “Campur Sari Campur Ngaji Kanggo Nelesi Ati” yang digelar di Pondok Pesantren Adz Dzikra Banyuwangi, Sabtu malam (17/1/2026). Acara ini menjadi ruang silaturahmi lintas agama, budaya, generasi, dan institusi, yang dihadiri tokoh nasional hingga akar rumput Banyuwangi.

Hadir langsung Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., serta Irjen Pol Ibnu Suhendra, Kepala BNPT RI yang juga putra daerah asal Glagah–Rogojampi.

Deretan tokoh agama dan organisasi tampak memenuhi area pesantren. Di antaranya Ketua PCNU Banyuwangi Gus Achmad Turmudzi, Wakil Ketua MUI Banyuwangi Gus Sunandi Zubaidi, Ketua FKUB Banyuwangi H. Nur Chozin, Ketua MWC NU Banyuwangi Ayung Barurohim, Ketua MWC NU Kalipuro Ayum, serta Ketua KONI Banyuwangi Achmad Khoirullah.

Dari unsur pemerintah daerah, turut hadir Kepala Bakesbangpol Banyuwangi R. Agus Mulyono serta Kabag Kesra HM. Lukman, S.Sos., yang selama ini dikenal aktif dalam penguatan wawasan kebangsaan dan kerukunan sosial di Banyuwangi.

Sementara dari kalangan kepemudaan dan mahasiswa, hadir Ketua GMNI Banyuwangi, HMI, serta sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Turut pula hadir pengusaha Aminoto, Wakil Ketua Umum GM FKPPI Mr. Agus, Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi Hakim Said, S.H., beserta anggota dan pengurus GM FKPPI Cabang Banyuwangi. Selain itu, puluhan tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga), dan tokoh adat (toda) turut memeriahkan acara.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam menjaga keamanan dan persatuan masyarakat.

“Keamanan tidak cukup dijaga dengan pendekatan hukum semata. Kegiatan seperti Campur Sari Campur Ngaji ini adalah bentuk pendekatan budaya dan spiritual yang sangat efektif untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan ketenangan sosial,” ujar Rofiq.

Ia menambahkan, pesantren dan tokoh agama merupakan mitra penting Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Banyuwangi.

Pengasuh Pondok Pesantren Adz Dzikra Banyuwangi, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sebagai ruang menyejukkan di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

“Campur Sari Campur Ngaji ini bukan sekadar hiburan dan pengajian, tetapi ikhtiar nelesi ati, menjernihkan hati, sekaligus merawat nilai kebangsaan, persatuan, dan ukhuwah di Banyuwangi,” tuturnya.

Menurutnya, duduk bersama antara ulama, umara, aparat, pemuda, dan masyarakat adalah modal sosial yang harus terus dijaga.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si. mengapresiasi terselenggaranya acara yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat tersebut.

“Banyuwangi ini kuat karena guyub. Ketika ulama, aparat, pemerintah, pemuda, dan masyarakat duduk bersama seperti malam ini, maka persatuan dan ketahanan sosial kita akan semakin kokoh,” kata Mujiono.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas, toleransi, dan budaya lokal Banyuwangi.

Acara berlangsung khidmat namun santai, diwarnai lantunan shalawat, pengajian, serta sajian seni campur sari yang disambut antusias para hadirin. Kegiatan ini menjadi penegas bahwa Banyuwangi tetap merawat tradisi, spiritualitas, dan kebangsaan dalam satu harmoni. (hakim)

Previous articleDB Merebak di Semboro, Kader Posyandu dan Perangkat Desa Semboro Lakukan Fogging
Next articleKomando Pusat AS Klaim Tewaskan Pemimpin Al-Qaidah di Suriah
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.