Sumbawanews.com,- Stadion Gelora Daha Jayati di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ditargetkan selesai pada 2027 sebagai kandang baru Persik Kediri, menyusul penggunaan jangka panjang Stadion Brawijaya yang kini mulai terbatas kapasitas dan fasilitasnya. Proyek strategis ini menjadi simbol ambisi klub legendaris itu untuk meningkatkan pengalaman suporter dan memenuhi standar nasional maupun internasional dalam penyelenggaraan pertandingan.
Pembangunan stadion yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, telah memasuki tahap ketiga sejak awal Juni 2026, dengan fokus utama pemasangan atap utama. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa 70 persen bobot pekerjaan pada tahap ini berada pada struktur atap, yang direncanakan rampung sebelum akhir tahun ini. Jika progres terus stabil, stadion berkapasitas 10.000 kursi ini siap digunakan pada paruh kedua musim kompetisi 2026-2027, meski sebagian fasilitas pendukung masih dalam tahap penyelesaian.
Selama dua musim terakhir, Persik Kediri sudah terbiasa menggunakan kawasan Gelora Daha Jayati sebagai lokasi latihan, sehingga adaptasi tim terhadap venue baru diprediksi berjalan mulus. Fasilitas pendukung seperti jalan akses, sistem pencahayaan, dan area parkir juga sedang dikerjakan secara bertahap, dengan koordinasi intens bersama PSSI untuk memastikan stadion memenuhi syarat minimal sebagai venue pertandingan resmi.
“Kami tidak ingin menunggu semua selesai baru memakai stadion. Kami akan konsultasi dengan PSSI, cari standar minimal yang bisa dipenuhi tahun 2026, sambil terus menyelesaikan sisa pekerjaan hingga 2027,” ujar Hanindhito, menegaskan pendekatan pragmatis namun terencana.
Stadion ini bukan sekadar ganti lokasi, tapi bagian dari transformasi besar Persik Kediri sebagai klub yang ingin bersaing di level tertinggi sepak bola nasional. Dengan infrastruktur modern dan kapasitas yang lebih besar, kandang baru ini diharapkan menjadi magnet baru bagi para Persikmania — bukan hanya sebagai penonton, tapi sebagai bagian dari sejarah baru klub yang berdiri sejak 1950 itu.















