Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Senior Manager External Relation PT Amman Mineral Nusatenggara (AMNT) Ahmad Salim mengungkapkan, berdasarkan kontrak karya kegiatan semustio dilakukan di blok elang sebelum batu hijau. Namun berdasarkan pertimbangan teknis dan lainnya, Batu Hijau memungkinkan dimulai lebih dulu.
Baca Juga: Komisi II DPRD Sumbawa Tagih Komitmen serta Kontribusi AMNT dan SJR
“Sekarang setelah diambil alih nasional, rencana blok elang didepan mata,” kata dia, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Sumbawa, Selasa (09/09).
Ia mengungkapkan, berdasarkan IPO tahun 2023, blok elang ditargetkan produksi 2030. “Kalau tidak mundur, konstruksi 2027 bisa mulai, tapi investasi harus sudah siap,” jelasnya.
Dikatakan, Studi kelayakan (feasibility study/FS) yang dilakukan saat ini diperkirakan telah mencapai 86 persen. Dan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) masih dalam proses.
“AMDAL sedang disusun. Oktober konsultasi publik pertama,” jelas dia.
Dijelaskan, sebagian besar wilayah konsesi PT AMNT di Blok Elang merupakan kawasan hutan. Sehingga musti mendapatkan izin dari pusat sebelum memasuki konstruksi dan eksploitasi.
Selain itu, PT AMNT juga telah mengajukan proposal ke pemerintah pusat agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Agar proses perizinan dan lainnya dapat lebih mudah.
Ditambahkan, rencana sementara, PT AMNT tidak membangun konsentrator di Kabupaten Sumbawa. Sebab berdasarkan kajian teknis, tidak memiliki daerah yang layak untuk pembuangan tailing.
Ditegaskan, PT AMNT berkomitmen untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal, terutama daerah lingkar blok elang. Sehingga akan membangun komunikasi dengan Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten Sumbawa untuk spek, jumlah dan bidang terkait kebutuhan tenaga kerja.
“Kita masih ada 2 tahun untuk kita siapkan,” jelas dia.
Ia mengakui, di Kabupaten Sumbawa penyaluran CSR (Corporate Social Responsibility) belum sebesar penyaluran di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sebab belum melakukan kegiatan di blok elang, baik konstruksi maupun produksi.
“Yang ada masih sifatnya donasi. Sekarang ada tapi masih terbatas, Kedepan mudah-mudahan pemberdayaan lebih banyak,” katanya. (Using)

















