Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Vice Presiden External Relation PT Amman Mineral Nusatenggara, Susanto liem mengungkapkan, saat ini sedang dilakukan penyempurnaan Feasibility Study untuk kegiatan di dodo-rinti. Demikian disampaikan usai menghadiri pembukaan pelatihan berbasis kompetensi di BLK Kabupaten Sumbawa, Kamis (17/11).
Baca Juga: Masa Depan Limpahan Bijih Dodo-Rinti dan Kabupaten Sumbawa
“Saat ini kita sedang tahap penyempurnaan feasibility study, setelah itu tahun depan kita akan mulai proses perizinan dan lainnya. Itu butuh waktu yang cukup lama, karena ada beberapa perizinan utama yang perlu kita selesaikan,” kata Susanto Liem.
Ia menegaskan, AMMAN masih mengadopsi rencana awal untuk melakukan konstruksi 2027, dan diharapkan dapat berproduksi 2030. Termasuk menggunakan Conveyor dari Kabupaten Sumbawa menuju pengolahan Batu Hijau.
Namun nantinya, rencana tersebut memungkin untuk berubah tergantung hasil Feasibility Study. Termasuk perubahan rencana penggunaan conveyor.
“Semua tergantung dari persetujuan FS dan perhituangan desigen selanjutnya. Segala sesuatu masih bisa berubah tergantung dari hasil FS termasuk conveyor,” jelas dia. (Using)















